Minggu, 01 Desember 2013

Kisah Pohon Apel





Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk  membelinya." 
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. 
Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" , "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel. 
Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku." Kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf, anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat
terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."

                 Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Sahabatku, Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi kadang begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Minggu, 27 Oktober 2013

Manusia dengan IQ Tertinggi di Dunia





Sebuah artikel diOpishposh.com melansir 10 orang yang jenius atau punya kecerdasan tinggi (intelligence quotient).

Laman yang gemar memberitakan berbagai hal unik di dunia ini memberi judul ‘10 People with the Highest IQ Ever Recorded’ terhadap 10 orang yang pernah melakukan tes tingkat kecerdasan.
Gambaran umum, IQ dijadikan patokan untuk mengukur kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ dijadikan patokan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta.
Bisa jadi ada orang yang memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi, namun kelebihan 10 orang itu pernah melakukan tes IQ sehingga hasilnya tercatat
 Berikut daftar namanya:
1.      James Sidis, lahir dengan nama William James Sidis pada 1 April 1898 di Amerika Serikat. William Sidis adalah seorang Yahudi Rusia yang beremigrasi ke AS, dan diperkirakan dia memiliki IQ lebih 250. Angka ini tercatat tertinggi dalam sejarah dunia.
2.      Marilyn vos Savant, tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai pemilik skor IQ sebesar 228.
3.      Leonardo Da Vinci, berasal dari Italia dan memiliki IQ 220. Ia adalah seorang multitalen. Dikenal sebagai pelukis, pematung, penemu, peneliti, ahli permesinan, ahli anatomi, dan pemusik andal.
4.      Johann Wolfgang von Goethe, seorang tokoh penting dalam dunia sastra Jerman. Memiliki IQ 210, dan karyanya banyak diajarkan di beberapa kampus di Indonesia.
5.      Kim Ung-Yong, dalam catatan Guinness Book of Record memiliki IQ sebesar 210.
6.      Gottfried Wilhelm von Leibniz, pemilik skor IQ 205 ini seorang filsuf Jerman yang berasal dari Sachen. Ia juga merupakan seorang ilmuwan, diplomat, ahli fisika, dan sejarawan. 
7.      Emanuel Swedenborg, merupakan seorang ilmuwan, filsuf, dan teolog Swedia. Memiliki IQ 205.
8.      Thomas Wolsey, seorang Uskup Agung Canterbury. Warga Inggris ini memiliki IQ 200.
9.      Hugo Grotius Writer, merupakan seorang ahli hukum di Belanda dan pemilik skor IQ 200.
10.    Stephen Hawking, merupakan seorang ahli fisika teoretis. Meskipun mengalami tetraplegia (kelumpuhan) karena sklerosis lateral amiotrofik, karier ilmiahnya terus berlanjut selama lebih dari empat puluh tahun. Pria asal Inggris ini memiliki IQ 160.

23 Fakta unik tentang Jepang







  •  "Samurai" (侍) bukanlah pedang, melainkan sebuah gelar. Yang merupakan pedang dari jepang adalah Katana - 刀 (bersisi tajam 1) danTsurugi - 剣 (bersisi tajam 2), serta Wakizashi (pedang kecil yang lebih besar dari pisau tapi lebih kecil dari pedang utama, digunakan sebagai side arm) Banyak orang Indonesia salah kaprah dan menyebut "samurai" sementara yang dimaksud adalah suatu pedang. Uniknya orang Indonesiatahu "samurai" adalah prajurit manusia.
  • Ninja tidaklah berawal dari pasukan elit yangterlatih, tapi dari rakyat miskin yang dijadikan pembunuh rahasia. 
  • Di Jepang, angka "4" dan "9" tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar "4" dan "9". "4" dibaca "shi" yang sama bunyinya dengan yang berarti "mati", sedangkan "9" dibaca"ku", yang sama bunyinya dengan yang berarti "kurushii / sengsara".
  • Orang Jepang menyukai angka "8". Harga-harga barang kebanyakan berakhiran "8". misalnya susu dengan harga 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkansudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).
  • Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).
  • Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di "bagian belakang").
  • Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko / inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa yaitu, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan keshiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
  • Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya mereka menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji,sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru / dibaca oleh orang lain.
  • Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.
  • Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan diIndonesia di-service.
  • Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
  • Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung "satu", "dua", "tiga".... dengan jari tangannya ? Kalau diperhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung "satu", jari kelingking ditegakkan. Menghitung "dua", jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang "satu", maka jarinya akan ditekuk / ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya,coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.
  • Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.
  • Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiridi sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.
  • Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.
  • Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.
  • Jangan pernah sekali-kali bilang ke orangjepang : "Aku main ke rumahmu ya". Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.
  • "Aishiteru" yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make "Daisuke desu" buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.
  • Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.
  • Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau,tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.
  • Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau narobarang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.
  • Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalanyang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.
  • Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.


  • Sumber