Kamis, 16 Januari 2014

Makalah Budidaya Gingseng


Ginseng (Panax) adalah sejenis terna berkhasiat obat yang termasuk dalam suku Araliaceae. Ginseng tumbuh di wilayah belahan bumi utara terutama di Siberia, Manchuria, Korea, dan Amerika Serikat. Jenis ginseng tropis dapat ditemukan di Vietnam, yaitu Panax vietnamensis. Nama "ginseng" diambil dari bahasa Inggris, yang dibaca mengikuti lafal Bahasa Kantonisjên shên, dalam bahasa Mandarin dibaca "ren shen", "人蔘" (duplikat manusia), karena bentuk akar yang menyerupai manusia.
     
            Biografi Tanaman Ginseng :



Nama Populer
Ginseng
Nama Latin
Panax L
Familia
Daerah Tanam
Ketinggian tempat berkisar 0 - 1.600 dpl.
Jenis Ginseng
- ginseng liar (berasal dari Manchuria)
- panax ginseng (ginseng korea/China)
- panax quinguefolius (ginseng Amerika)
- panax notoginseng (ginseng San Qi)
- panax eleutherococcus senticosus ( ginseng Serbia)
Ciri Tumbuhan
Daun : Tanaman ini termasuk tanaman yang berdaun tunggal dan berbentuk oval, bagian tepi daun bergerigi dan bertulang daun menyirip. Jumlah daunnya ada 5 namun 3 diantaranya lebih panjang dari yang lain, berwarna hijau tua.

Batang : Bentuk batangnya bulat dan warnanya hijau ungu.

Bunga : Berbentuk bulat seperti bola-bola kecil berwarna merah

Akar : akar tanaman ginseng ini menggembung yang berbentuk seperti boneka, yang berisi cadangan makanan dan zat-zat berkhasiat lain. Bentuk akar ini kurus dan memanjang. Bila dirasakan pertama adalah rasa manis, namun setelah itu akan berasa pahit.

Buah : Buah tanaman herbal ginseng ini berwarna merah dan bentuknya kecil seperti murbei.


   A.     Syarat Tumbuh Tanaman Ginseng :

   v  Daerah tanam                    : Ketinggian tempat berkisar 0 - 1.600 dpl.
   v  Suhu                                    : berkisar 20ºC - 33ºC.
   v  Kelembapan                       : 70% - 90%.
   v  Keasaman (pH) tanah             : 5,5 - 7,2.
   v  Jenis media tanam             : Diutamakan di lahan terbuka. Tanah gembur, kandungan bahan                                                   organik     tinggi,      aerasi dan drainase baik.
   v  Curah hujan                         : 1000 - 2500 mm/th.

   B.      Cara Budidaya Tanaman Ginseng

1) Pembibitan
- Diutamakan pakai bibit dari setek batang.
- Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.
- Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 - 4 hari.
- Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.
- Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.
- Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.

2) Persiapan Lahan dan Teknik Penanaman
- Lahan yang telah siap untuk ditanami, bisa dibuatkan parit-parit kecil untuk drainase.
- Bagian tanah yang akan ditanami terlebih dahulu dibuatkan bedengan dengan ketinggian 10 cm - 15 cm.  Buatkan lubang untuk tanaman dengan jarak 40 x 40 x 40 cm. Sebelum ditanami biarkan lubang tersebut  selama 7 - 10 hari supaya berlangsung aerasi tanah secara baik.
- Campurkan tanah dengan pupuk kandang, atau kompos secukupnya. Namun yang paling baik, untuk    pupuk kompos sebaiknya gunakan bekas media cacing (kascing). Sebab menurut beberapa pengalaman,  para petani dari pupuk kascing pertumbuhan ubinya sangat cepat, karena pupuk ini sangat gembur dam  kaya zat makanan yang dibutuhkan tanaman.
- Untuk menghindari risiko penanaman, sebaiknya dilakukan setelah musim hujan atau bila pada musim  kemarau ditanam pada sore hari.
- Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 40 x 40 x 40 cm
- Untuk penanaman pada lahan terbuka, sebaiknya lahan yang akan ditanami bibit ginseng harus terkena  sinar matahari langsung. Bila pada lahan terdapat pohon yang besar, sebaiknya ditebang agar sinar matahari  dapat menembus secara langsung
- Menanam ginseng, tidak hanya dilakukan pada lahan yang luas, tetapi dalam “pot plan” sekalipun dapat  tumbuh dan berumbi dengan baik, asal yang paling penting kegemburan tanah harus tetap dijaga. 

3) Pemeliharaan Tanaman

Ø  Pemupukan
Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst. Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3 - 5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.

Ø  Penyiraman
Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0 - 21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.

Ø  Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan
Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14 - 65 hst.

Ø  Perempelan
Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.

Ø  Penyulaman
Jika diperlukan, hingga 15 hst.

Ø  Pemberantasan Hama dan penyakit Hama

 - Bekicot
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.

- Ulat
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.

- Uret/Lundi
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman.

Penyakit

- Penyakit Busuk Leher Batang
Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.



- Penyakit Busuk Umbi
Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik.

- Penyakit Layu
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.

C.      Manfaat Tanaman
1)Kandungan zat berkhasiat pada tanaman herbal ginseng :
1.      Saponin : yang berfungsi untuk memulihakan stamina, dan juga meningkatkan stamina. Dengan cara kerja saponin mempengaruhi kelenjar hipofisia agar memerintahkan cortex utntuk mengeluarkan hormon cortisol dan aldosteron yang mengatur keseimbangan kadar gula dan garam dalam darah.
2.      Vaporising oil.
3.      Asam organik dan ester.
4.      Sterols.
5.      Berbagai macam vitamin. Antara lain : B1, B2, B12, C.
6.      Berbagai macam mineral.
7.      Berbagai macam enzim.
8.      Kamfer dan pansenoside.
9.      Geomisin N dan geomisin A
10.  Gula.

2)Bagi Kesehatan
1.      Ginseng dapat membantu proses pencernaan dan meningkatkan selera makan. Ginseng juga merupakan obat diare yang ampuh.
2.      Efektif mengobati asma dan gangguan pernapasan.
3.      Bagus untuk merawat diabetes, rematik, dan bisul.
4.      Dapat meminimalkan risiko terkena kanker.
5.      Ginseng bisa mengurangi stres fisik dan mental serta membantu memulihkan stamina.
6.      Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
7.      Mengurangi efek dari penyakit Crohn.
8.      Efektif mengurangi kadar kolesterol jahat.
9.      Memperlancar peredaran darah.
10.  Meningkatkan kinerja dan daya tahan atlet.
11.  Ginseng membantu meningkatkan kejernihan mental dan pikiran.
12.  Membantu merawat hipertensi.


13.  Ginseng bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti serangan jantung, infertilitas, dan masalah menopause.
14.  Salah satu manfaat kesehatan yang paling penting dari ginseng adalah kemampuannya meningkatkan energi tubuh dan kemampuan kognitif.
15.  Merangsang produksi biokimia dan membantu mengatasi stres.
16.  Ginseng berguna untuk meningkatkan kadar testosteron dan produksi sperma.
17.  Ginseng diyakini akan membantu meningkatkan kejantanan dan vitalitas pria.
18.  Membantu menstabilkan perubahan suasana hati (mood) dan sindrom pra menstruasi pada wanita.
19.  Ginseng dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan membantu mengurangi efek dari penyakit paru-paru obstruktif kronik.
20.  Membantu mengurangi nyeri dada angina.
21.  Ginseng dapat meningkatkan efektivitas antibiotik pada penderita bronkhitis akut. Mengonsumsi ginseng sebelum mengambil vaksin influenza akan meningkatkan efektivitas vaksin dalam tubuh.
22.  Orang yang memiliki jumlah sel darah putih yang rendah dapat mengambil ekstrak ginseng untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Tips : Untuk pemakaian ekstrak ginseng sebaiknya tidak dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang. Paling banyak tiga atau empat kali dalam setahun, selama satu atau dua minggu saja / tidak kelebihan dosis karena berdampak buruk bagi kesehatan seperti gangguan emosi, gangguan tidur, tekanan darah naik, sakit kepala dan sakit perut / diare. Wanita hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi ginseng, karena komponen dalam ginseng dapat memberikan efek mengencerkan darah sehingga dikhawatirkan akan timbul pendarahan yang berat pada saat melahirkan.

3)Bagi Industri
Ginseng dapat dimanfaatkan untuk industri makanan dan minuman. Ginseng dapat juga dimanfaatkan untuk industri obat-obatan dan industri keperluan sehari-hari seperti sampo dan sabun.

D.     Panen dan Pengolahan Hasil Panen
1) Ciri dan umur panen
- Tanaman Ginseng dipanen umur 4 - 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Panen selanjutnya dapat dilakukan setelah Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).

- Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.
- Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.
- Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.

2) Pengolahan Hasil Panen
Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk makanan (seperti kue atau resep makanan lainnya)  atau minuman (seperti the, obat penambah stamina). Ginseng dapat diolah juga sebagai ramuan obat (seperti tonik) dan bumbu masakan.

Makalah Budidaya Mengkudu






Untuk memudahkan penggunaan dan menghilangkan rasa busuk, buah ini dapat dijadikan jus buah. Budidaya mengkudu telah menyebar ke berbagai negara karena sifat daya tahan biji mengkudu yang mudah terapung untuk masa yang lama.

Nama buah ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda pada tiap negara, yaitu:
  •     Noni (Hawaii, Polinesia)
  •     Nono (Tahiti)
  •     Lada (Guam)
  •     Indian Mulberry (India)
  •     Painkiller tree (Kepulauan Caribbean)
  •     Nhau (Sebagian Asia Tenggara)
  •     Cheesefruit (Australia)
  •     Bumbo (Afrika)
  •     Kura (Fiji)
Pohon mengkudu dapat mencapai ketinggian hingga 35 kaki (10 meter) dengan bunga putih. Tanaman buah ini boleh dibilang istimewa, karena ia dapat berbunga sepanjang tahun dan menghasilkan buah dari musim ke musim.

Asal Tanaman
Tanaman mengkudu pada awal mulanya terpusat di Polinesia, India, dan Cina. Yang kemudian menyebar sampai ke Malaysia, Australia, New Zealand, Kepulauan Pasifik, Tihiti, Hawai, Peurto Rico, Karibia dan Kanada, sampai ke Indonesia. Tanaman mengkudu dikenal sebagai raja dari jenis buah yang ada.


Morfologi Tanaman
Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m. batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedagkap permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya.

Tanaman mengkudu bebunga sempurna (hermaprodite) dan menghasilkan buah semu majemuk. Buah mengkudu mempunyai bentuk yang bervariasi (agak bulat, agak lonjong atau panjang), dengan permukaan yang tidak rata. Buah stadium muda berwarna kahijau-hijauan dan berubah menjadi hijau keputih-putihan ketika memasuki stadium tua (matang).
Tanaman mengkudu belum banyak diteliti untuk pemuliaan tanaman. Di alam ditemukan dua jenis mengkudu, didasarkan pada struktur buahnya, yaitu jenis mengkudu berbiji (mengandung banyak biji)dan jenis mengkudu tanpa biji. Buah mengkudu yang tak berbiji sering dikenal sebagai “pace sukun”.


Kandungan mengkudu
  • Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalm jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
  • Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
  • Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
  • Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
  • Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
  • Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.


1.    BIOGRAFI MENGKUDU :
Nama Populer
Mengkudu
Nama Latin
Morinda citrifolia L.
Familia
Rubiaceae
Daerah Tanam
Tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m.
Jenis Mengkudu
Berdasarkan penampilan fisiknya (morfologi) buahnya, mengkudu dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu Mengkudu berbiji dan mengkudu tidak berbiji.

       

Ciri-ciri Tanaman Mengkudu

a.     Pohon

Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya suklalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

b.     Daun

Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.

c.      Bunga

Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.

d.     Buah

Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

e.     Biji
Biji mengkudu berwarna hitam, memiliki albumen yang keras dan ruang udara yang tampak jelas. Biji itu tetap memiliki daya  tumbuh tinggi, walaupun telah disimpan selama 6 bulan. Perkecambahannya 3-9 minggu setelah biji disemaikan. Pertumbuhan tanaman setelah biji tumbuh sangat cepat. Dalam waktu 6 bulan, tinggi tanaman  dapat mencapai 1,2-1,5 m. Perbungaan dan pembuahan  dimuali pada tahun ke-3 dan berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Umur maksimum dari tanaman mengkudu adalah sekitar 25 tahun.



      SYARAT TUMBUH
a.      Tanaman mengkudu dapat tumbuh baik pada daerah dataranrendah dengan ketinggian 0-500 m dpl.
b.      Suhu udara antara 220-300 C, namun masih dapat tumbuh hingga suhu 320 C. kelembaban udara (RH) antara 50-70 %. Curah hujan antara 2 000-3 000mm/tahun, dan cukup mendapat sinar matahari. Mengkudu toleran terhadap naungan atau keadaan teduh, sehingga cocock ditanam di pekarangan.
c.       Mengkudu menghendaki pH antara 5.5-6.5 dengan struktur subur, banyak mengandung humus, memiliki aerasi dan drainase yang baik.
d.      Jenis tanah ang cocok bagi pertumbuhan mengkudu adalah alivial, latosol, dan podsolik merah kuning.

     CARA BUDIDAYA MENGKUDU

a.      Pembibitan
·         Bibit mengkudu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif dan vegetatif. Pohon induk harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
·         memiliki pertumbuhan yang subur dan normal, berumur antara 3-5 tahun, dan produktif berbuah.
·         Secara generatif yaitu dengan menggunakan biji, sedangkan vegetatif dapat dengan menggunakan setek batang atau cabang.
·         Sampai saat ini belum ada data hasil penelitian yang berkaitan dengan teknologi pembibitan tanamn mengkudu. Meskipun demikian, perbanyakan dapat dilakukan dengan pancangkokan batang atau cabang.

b.      Persiapan Lahan
·         Penanaman dilakukan secara monokultur, langsung dibuat lubang tanam namun apabila penanaman dilakukandengan sistim tumpangsaridengan tanaman semusim, maka tanah perlu diolah dahulu.
·         Lubang tanam dibuatdengan ukuran panjang, lebar dandalam masing-masing 40 cm.
·         Jarakantar lubang tanam 3 m x 4 m atau 4 mx 4 m, tergantung dari kondisi topografi dan kesuburan tanah.
·         Pada lahan yang miring dan tanah yang lebih subur jarak tanam dapat diperlebar.
·         Pada daerah serangan rayap dan hama tanah lainnya, sebelum ditimbun disekeliling pangkal batang bibit ditaburi dengan anti rayap, dengan sedapat mungkin menggunakan pestisida nabati.
·         Setelah tanam dilakukan penyiraman secukupnya serta diberi mulsa dan naungan jerami atau sisa bahan tanaman lainnya.
·         Naungan dibuka setelah tanaman muda cukup tahan terhadap sinar mata hari terik (+2 bulan ).



c.       Teknik Penanaman
·         Pada saat penanaman dan pengembalian tanah ke dalam lubang, terlebih dulu tanah tersebut dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20-40 kg/lubang.
·         Penanaman dengan membuang polibag tetapi usahakan agar tanah dalam polibag tidak hancur dan pecah.
·         Setelah penanaman, dilakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan mempercepat tanah menempel pada akar mengkudu.


      MANFAAT TANAMAN MENGKUDU

a)      Bagi Kesehatan
Manfaat buah mengkudu ini sangat baik untuk pengobatan alami. Bahkan kini telah banyak diproduksi beberapa produk kapsul dari buah mengkudu. Berbagai ahli medis dari berbagai Negara juga melakukan penelitian tentang manfaat buah mengkudu. Ada laporan yang dirilis oleh jurnal Cancer Letter pada tahun 1993 mengenai manfaat buah mengkudu. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa beberapa peneliti Jepang dari The Institute of Biomedical Sciences dan Keio University telah melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman. Para peneliti itu menyimpulkan bahwa dalam buah mengkudu terdapat kandungan zat anti kanker(damnacanthal).

b)     Khasiat Buah Mengkudu
Khasiat buah mengkudu tidak hanya sebagai anti kanker. Masih ada banyak manfaat lain yang terdapat pada buah yang pahit ini. Berikut ini beberapa manfaat buah mengkudu yang sudah dibuktikan oleh beberapa penelitian secara ilmiah :
·         Mengkudu dapat menjadi zat pencegah kanker dan tumor.
·         Mengkudu dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh.
·         Mengkudu bisa membantu mengurangi rasa sakit.
·         Mengkudu dapat menjadi zat anti alergi dan anti radang.
·         Mengkudu dapat membantu menormalkan tekanan darah.
·         Mengkudu Mengkudu dapat menjadi anti bakteri.
·         Mengkudu dapat membantu mengatur mood (siklus suasana hati).
·         Melegakan dapat membantu memperlancar siklus energi dalam tubuh.
·         Penyakit sinus, asma, bronkitis dan ingus meleleh.
·         Meredakan perut kembung, gastritis, mencret, muntah-muntah, masalah keracunan makanan.
·         Menurunkan tekanan darah tinggi dan merendahkan kolesterol.
·         Meredakan kencing manis, sakit kepala, migraine, sakit ginjal.
·         Meredakan radang tenggorokan, sakit gusi, sakit gigi dan batuk. Ini mirip dengan jeruk nipis.
·         Meredakan bisul, luka.
·         Meredakan penyakit darah tinggi, betis kering bersisik, mengurangi penyakit batuk, penyakit kuning dan demam panas.
·         8. Bagi wanita yang baru melahirkan, daun mengkudu dapat digunakan untuk mengecilkan rahim. Caranya dengan membalut daun mengkudu itu dengan kain dan dipanaskan.
Dr. Neil Solomon pernah melakukan sebuah survey terhadap 8000 orang yang mengonsumsi sari buah mengkudu. Dalam survey tersebut ia melibatkan 40 dokter serta beberapa praktisi medis. Dalam surveynya Dr. Neil Solomon ingin membuktikan kemampuan sari buah mengkudu dalam penyembuhan beberapa penyakit. Misalnya: serangan jantung, kanker, diabetes, stroke, gangguan pencernaan, dll.
  
c)      Industri
Seperti telah dikemukakan sebelumnya,bahwa buah mengkudu sejak lama telah diolah menjadi obat, minuman atau makanan sehat dan itu dilakukan oleh negara-negara maju dengan skala industri besar dan menggunakan tehnologi modern. Bahkan berdasarkan informasi dari pabrik pengolah mengkudu di Indonesia seperti Bali Noni dan Indononi daun mengkudu kering sudah diekspor ke Jepang, namun masih skala kecil. Hasil akhir olahan buah mengkudu semakin beragam, selain jus dan ekstrak untuk pengobatan dan suplemen juga krim, sabun, sampo untuk kecantikan dan kesehatan.

        

   PANEN DAN PENGOLAHAN HASIL
Dalam budidaya tanaman mengkudu, kegiatan panen dan pasca panen akan memengaruhi kualitas hasil. Oleh karena itu, harus diperhatikan  dengan baik, panen dapat dilakukan sewaktu-waktu, disesuaikan dengan kebutuhan. Pada lingkungan yang ideal , tanaman mengkudu menghasilkan buah dengan ukuran masing-masing kurang lebih 300 gram. Panen dapat dilakukan dengan dipetik langsung dengan tangan atau dengan menggunakan tangga/galah. Untuk keperluan pengobatan, sebaiknya dipilih buah yang sudah tua maksimal (masak di pohon). Buah yang masih muda masih rendah khasiatnya.
Hasil penelitian Balittro menunjukkan bahwa tanaman mengkudu yang berasal dari bahan tanaman setek dan cangkok akan dipanen buahnya lebih awal, yaitu pada umur 10 bulan setelah tanam, sedangkan yang berasal dari bahan tanaman grafting pada umur 12 bulan dan yang berasal dari okulasi dan biji pada umur > 12 - 14 bulan. Selanjutnya panen buah dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali. Buah yang dipanen yang sudah tua sampai mengkal, dengan ciri-ciri :
  
- transparan dan daging buah masih keras
- Mata buah yang berbentuk bulat dan menonjol sudah hilang
- Buahnya tingggal bekas-bekas yang berwarna kecokelat-cokelatan dan                           rata dengan kulit
- Kulit buah sudah berwarna kuning keputih-putihan dan mengkilap.



Produksi buah tanaman mengkudu hasil dari ketigacara perbanyakan tersebut di atas cukup baik. Pada tahun pertama bisa menghasilkan buah rata-rata diatas 30 kg/pohon. Buah yang telah dipanen dimasukkan kedalam wadah peti dari kayu atau keranjang dari bambu yang kuat/ kokoh agar buah tidak rusak pada waktu diangkut ketempat pengolahan buah. Dalam pengangkutan peti atau keranjang tetap terbuka agar sirkulasi udara tetap baik, sehingga buah tidak cepat mengalami proses pematangan buah. Bila buah akan dijual ke pabrik pengolahan, harus disortir terlebih dahulu, karena dengan alasan efisiensi. Pabrik pengolah hanya menerima buah mengkudu dengan ukuran tertentu, yaitu panjangnya diatas 6 cm dan diameter diatas 4 cm. Buah-buah yang berukuran dibawah tersebut diatas bisa diolah sendiri, dibuat jus atau dikeringkan.






Makalah Budidaya Tanaman Kencur






PENDAHULUAN

Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Banyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaannya dilakukan secara intensif yang disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif didalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. Selain itu, karena kualitas mutu simplisia bahan baku industri ditentukan oleh proses budidaya dan pascapanennya, maka perlu disosialisasikan GAP (Good Agricultural Practices) dan GMP (Good Manufacture Practices), melalui penerapan standar prosedur operasional (SPO) budidaya tanaman.


PERSYARATAN TUMBUH

Untuk pertumbuhan kencur yang optimal diperlukan lahan dengan agroklimat yang sesuai. Agroklimat yang baik untuk budidaya kencur adalah iklim tipe A, B dan C (Schmidt & Ferguson), ketinggian tempat 50 - 600 m dpl., temperatur rata-rata tahunan 25 - 30O C, jumlah bulan basah 5 - 9 bulan per tahun dan bulan kering 5 - 6 bulan, curah hujan per tahun 2 500 - 4 000 mm, intensitas cahaya matahari penuh (100%) atau ternaungi sampai 25 - 30% hingga tanaman berumur 6 bulan, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, kemiringan lahan < 3%, dengan jenis tanah latosol, regosol, asosiasi antara latosol-andosol, regosol-latosol serta regosol-litosol, dengan kemasaman tanah 4,5 - 5,0 atau bisa ditambahkan kapur pertanian (kaptan/dolomit) untuk meningkatkan pH sampai 5,5 - 6,5. Disamping itu, lahan juga harus bebas dari penyakit terutama bakteri layu.


BAHAN TANAMAN

Kencur (Kaempferia galanga L.; East-Indian Galangal), adalah terna aromatik yang tergolong kedalam famili Zingiberaceae (temu-temuan). Pembeda utama kencur dengan tanaman temu-temuan lainnya adalah daunnya yang menutup tanah.

Tanaman ini sudah berkembang di Pulau Jawa dan di luar Jawa seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan. Sampai saat ini karakteristik utama yang dapat dijadikan sebagai pembeda kencur adalah daun dan rimpang. Berdasarkan ukuran daun dan rimpangnya, dikenal 2 tipe kencur, yaitu kencur berdaun lebar dengan ukuran rimpang besar dan kencur berdaun sempit dengan ukuran rimpang lebih kecil. Biasanya kencur berdaun lebar dengan bentuk bulat atau membulat, mempunyai rimpang dengan ukuran besar pula, tetapi kandungan minyak atsirinya lebih rendah daripada kencur yang berdaun kecil berbentuk jorong dengan ukuran rimpang lebih kecil. Salah satu varietas unggul kencur dengan ukuran rimpang besar adalah varietas unggul asal Bogor (Galesia-1) yang mempunyai ciri sangat spesifik dan berbeda dengan klon dari daerah lain yaitu warna kulit rimpang cokelat terang dan daging rimpang berwarna kuning, berdaun membulat, ujung daun meruncing dengan warna daun hijau gelap.
Selain itu, meskipun ukuran rimpangnya tidak sebesar varietas Galesia-1, calon varietas unggul Galesia-2 dan Galesia-3 dengan ciri utama warna kulit rimpang coklat gelap dan daging rimpang berwarna putih bergaris ungu, bentuk daun bulat dengan ujung daun runcing dan warna daun hijau terang, potensi produksinya mencapai 14-16 ton per ha dengan kandungan minyak atsiri 4 - 7,6%.
Oleh karena itu, untuk menjamin stabilitas dan kepastian hasil dalam budidaya kencur, diperlukan bahan tanaman bermutu yang berasal dari varietas unggul yang jelas asal usulnya, bebas hama dan penyakit, serta tidak tercampur dengan varietas lain

PEMBENIHAN

Seleksi benih perlu dilakukan dari pertanaman yang sehat, bebas dari serangan penyakit, terutama layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Setelah rimpang dipanen, seleksi dilanjutkan untuk membuang benih yang kurang bernas, terserang hama dan penyakit .
Rimpang kencur secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu rimpang utama yang berukuran besar dan rimpang cabang yang ukurannya lebih kecil. Kedua bagian rimpang tersebut dapat digunakan sebagai bahan benih, yang penting rimpang tersebut cukup tua, berasal dari pertanaman berumur 10 bulan dengan ciri utama ketika dibelah dengan tangan berbunyi, kulit mengkilat dan tekstur daging rimpangnya agak keras.

Rimpang yang terpilih untuk dijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas yang baik dengan bobot sekitar 5 -10 gram. Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemai rimpang di tempat yang teduh ditutup dengan jerami dan disiram setiap hari. Untuk penyimpanan benih, biasa digunakan wadah atau rak-rak terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Penanaman dilakukan apabila hujan sudah mulai turun. Benih rimpang bertunas yang siap ditanam di lapangan sebaiknya yang baru keluar tunasnya (tinggi tunas < 1 cm), sehingga dapat beradaptasi langsung dan tidak mudah rusak. Apabila hujan terlambat turun, lebih baik rimpang ditanam langsung di lapangan, tanpa ditunaskan terlebih dahulu. Karena berbeda dengan jahe, rimpang kencur bisa ditanam pada saat hujan belum turun asal rimpangnya belum bertunas. Rimpang akan beradaptasi dengan lingkungan, pada saat hujan turun tunas akan tumbuh dengan serempak.

BUDIDAYA
Cara budidaya sangat menentukan hasil yang akan didapat. Meskipun bahan tanaman (benih) yang digunakan merupakan varietas unggul yang berpotensi produksi tinggi, apabila tidak didukung dengan teknik budidaya yang optimal tidak akan didapat hasil yang optimal.

Persiapan lahan
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm. Tanah hendaknya dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah, hal ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Saluran drainase harus diperhatikan, terutama pada lahan yang datar jangan sampai terjadi genangan (drainase kurang baik). Genangan diantara tanaman akan memacu berkembangnya benih penyakit terutama penyakit busuk rimpang.

Jarak tanam
Penanaman dapat dilakukan secara bedengan atau disesuaikan dengan kondisi lahan. Benih ditanam sedalam 5 - 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman monokultur bervariasi antara 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 15 cm. Untuk penanaman dalam sistem polatanam menggunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm atau dilihat berdasarkan jenis tanah dan jenis tanaman lainnya.

Pemupukan
Pupuk kandang (pukan) sapi atau kambing yang sudah matang, diberikan pada saat tanam dan diletakkan didalam lubang tanam dengan dosis 20 - 30 ton/ha, tergantung kondisi lahan. Pada lahan yang miskin hara dan teksturnya padat diberikan pukan 30 ton/ha, sedangkan lahan yang cukup subur cukup 20 ton/ha. Pukan yang kurang matang, harus disebar di lubang tanam paling tidak 2 minggu sebelum tanam. Sedangkan pupuk buatan diberikan secara tugal atau dilarik dengan jarak 5 cm dari tanaman. Dosis yang diberikan adalah:
Urea 200 - 250 kg/ha, SP-36 250 - 300 kg/ha, KCl 250 - 300 kg/ha,
atau bergantung kepada kesuburan tanah. Urea diberikan 3 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan setelah tumbuh (BST), masing-masing 1/3 dosis. Sedangkan SP-36 dan KCl diberikan satu kali pada saat tanam atau ditunda sebulan apabila curah hujan belum cukup.

Pola tanam
Kencur dapat ditanam dengan sistem monokultur dan pada batas-batas tertentu dengan sistem polikultur, untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sistem polikultur dilakukan pada waktu mulai tanam sampai berumur 3 - 6 bulan dengan cara ditumpang sarikan atau disisipkan. Umumnya pola tanam kencur dikombinasikan dengan tanaman palawija (jagung, kacang tanah, ketela pohon, jenis kacang-kacangan lain) dan tanaman hortikultura (ketimun, buncis). Pola tanam kencur yang paling menguntungkan dari segi usahatani adalah dengan kacang tanah, dengan 2 kali penanaman kacang tanah.

Pemeliharaan
Pemeliharaan perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

a. Penyiangan gulma
Sampai tanaman berumur 6 - 7 bulan banyak tumbuh gulma di sekitar tanaman kencur. Untuk menjaga agar pertumbuhan kencur tidak terganggu harus dilakukan penyiangan gulma paling tidak 2 minggu sekali. Pada saat curah hujan tinggi, pertumbuhan gulma sangat cepat, sehingga penyiangan perlu dilakukan lebih intensif. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu perakaran kencur.

b. Penyulaman
Penyulaman terhadap tanaman mati dilakukan pada saat tunas muncul di permukaan tanah dengan cara menanam rimpang bertunas atau memindahkan tanaman yang menumpuk pada lubang tanam yang lain.

c. Pembumbunan
Pembumbunan mulai dilakukan pada waktu rumpun sudah terbentuk. Apabila curah hujan tinggi, pembumbunan harus dilakukan lebih intensif, karena cucuran air hujan akan menurunkan bedengan, sehingga tanaman akan terendam. Selain itu, pembumbunan juga dilakukan agar rimpang selalu tertutup tanah. Apabila rimpang muncul di permukaan tanah, akan mengurangi kualitas rimpang tersebut (berwarna hijau) dan tidak bertambah besar.

d Pengendalian organisme pengganggu tanaman
Sampai saat ini masih belum banyak dilaporkan gangguan hama pada tanaman kencur yang bersifat fatal. Kalaupun ada masih terbatas pada serangan hama ulat daun dan belalang. Pengendalian yang perlu diperhatikan dalam budidaya kencur adalah serangan penyakit, walaupun tingkat serangannya masih rendah. Penyakit yang sudah ditemukan di areal pertanaman kencur adalah busuk rimpang dan bercak daun. Busuk rimpang disebabkan oleh bakteri layu seperti pada jahe (Ralstonia solanacearum). Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala daun layu, berwarna kekuningan dan menggulung. Apabila serangan sudah berlanjut, rimpang tanaman tersebut bila dicabut akan tampak gejala pangkal batang membusuk berwarna cokelat kehitaman dan berbau busuk. Didalam rimpang kencur yang terinfeksi penyakit, memungkinkan berkembang biaknya telur dan larva serangga hama seperti lalat rimpang (Mimegralla coeruleifrons) dan belatung (Eumerus figurans) yang memakan daging rimpang bagian dalam. Pengendalian penyakit busuk rimpang bisa dilakukan dengan cara mencabut dan membuang tanaman yang terserang. Apabila serangan masih ringan, pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan bakterisida setiap 2 minggu sekali sampai gejala penyakit berkurang. Penyakit lain yang ditemukan pada pertanaman kencur adalah bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Phyllosticta sp. dengan gejala pada ujung daun terdapat bercak yang tidak beraturan dibagian tepi daun. Bercak daun akan meluas kearah pangkal daun dan akhirnya seluruh daun mengering. Pengendalian penyakit bercak daun dilakukan dengan meyemprotkan fungisida apabila serangan penyakit terjadi pada saat tanaman berumur 1 - 2 bulan. Tetapi apabila serangan pada tanaman tua, penyemprotan tidak diperlukan.
Selain penyakit busuk rimpang dan bercak daun, patogen lain yang menyerang rimpang kencur terutama setelah panen dan pada saat penyimpanan adalah hama kutu perisai (Aspidiella hartii) yang sering disebut sebagai cosmetic insect.


PANEN


Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan. Tetapi, berbeda dengan jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan sampai tiga tahun. Dalam kondisi demikian tidak ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, bahkan produksinya akan bertambah, hanya ukuran rimpang semakin kecil. Selain itu, kencur dari pertanaman diatas 1 tahun, kurang baik untuk benih. Rimpang untuk benih dipanen pada umur 10 - 12 bulan.
Cara panen kencur dilakukan dengan membongkar seluruh rimpangnya menggunakan garpu, cangkul, kemudian dibuang akar dan rimpang airnya, tanah yang menempel dibersihkan. Dengan menggunakan calon varietas unggul kencur Balittro (Galesia) dan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan 12 - 16 ton rimpang segar per ha. Mutu rimpang dari varietas unggul tersebut lebih tinggi dari standar Materia Medika Indonesia (MMI), yaitu kadar minyak atsiri antara 3,20 - 7,60%; kadar pati 51,09 - 79,71%; kadar sari dalam air 14,50 - 26,22%; kadar sari larut dalam alkohol 3,02 - 7,95%.


PASCA PANEN

Tahapan pengolahan kencur meliputi penyortiran, pencucian, pengirisan, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan. Setelah panen, rimpang harus secepatnya dibersihkan untuk menghindari kotoran yang berlebihan serta mikroorganisme yang tidak diinginkan. Rimpang dibersihkan dengan disemprot air yang bertekanan tinggi, atau dicuci dengan tangan. Bila mengalami kesulitan, rimpang harus direndam dalam air untuk beberapa lama, kemudian disikat dengan sikat halus agar tidak melukai kulit rimpang.
Setelah pencucian, rimpang dikering anginkan sampai kulit rimpang tidak berair lagi. Untuk penjualan segar, kencur dapat langsung dikemas. Tetapi bila diinginkan dalam bentuk kering atau simplisia, maka perlu dilakukan pengirisan rimpang dengan ukuran 1 -4 mm berbentuk bulat atau lonjong dengan panjang 1 - 5 cm dan lebar 0,5 - 3 cm. Rimpang yang sudah diiris, selanjutnya dikeringkan langsung dibawah sinar matahari atau dengan pengering buatan/oven

Penyimpanan

Gudang tempat penyimpanan harus bersih, sejuk, gelap, udaranya cukup kering dan berventilasi. Untuk mencegah pencemaran terhadap barang yang disimpan, gudang harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum barang dimasukkan; menambal lubang-lubang yang ada dengan semen; menempatkan jenis barang yang sesuai dan memberinya pembatas. Ventilasi harus baik dan suhu ruang rendah, karena hama menyukai udara yang lembab dan panas. Untuk mengurangi gangguan serangga bisa dilakukan fumigasi secara berkala. Bahan yang telah dikeringkan dapat disimpan untuk waktu yang cukup lama asalkan kondisi ruang penyimpanan diperhatikan secara tepat dan benar. Pokok pertama yang harus dilakukan adalah cara pengolahan yang tepat dan higienis.


PENGANEKARAGAMAN PRODUK

Selain berupa rimpang segar atau simplisia kering untuk bahan baku obat dan saus rokok serta kebutuhan rumah tangga, kencur bisa dijual dalam bentuk minyak atsiri, ekstrak kering untuk industri obat, atau kristal yang biasa digunakan didalam industri kosmetika. Selain itu bisa diolah dalam bentuk oleoresin. Sedangkan bentuk olahan instant, sirup, bubuk, pati dan beras kencur bisa digunakan untuk industri rumah tangga. Berikut adalah diagram alur pembuatan ekstrak kering dan pemisahan pati yang antara lain biasa digunakan untuk campuran beras kencur.



Sumber : Otih Rostiana, Rosita SMD, Mono Rahardjo dan Taryono
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika