Jumat, 05 Juli 2013

Kisah 25 Nabi Lengkap


ADAM AS.
Ia diyakini sebagai manusia pertama di bumi. Tafsir Quran selama ini menyebut ia diciptakan di surge bersama Hawa (Eva). Terbujuk oleh Iblis, Adam dan Hawa "diturunkan" ke bumi. Doa "rabbanaa dhalamnaa anfusana wainlam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khasirin" (QS Al-Araaf: 23) diyakini sebagai doa Adam-Hawa yang menyesali kesalahan terbujuk Iblis.

Keduanya terpisah dan Hawa, menurut legenda, diturunkan di daerah yang sekarang menjadi kota Jeddah - Saudia Arabia. "Jeddah" berarti "nenek" (Hawa). Legenda yang sama menyebut Adam dan Hawa bertemu kembali di Jabal Rahmah - kini di dataran Arafah. Maka Jabal Rahmah sering dijadikan simbol "cinta" atau "jodoh" oleh peziarah.

Riwayat menyebut Adam-Hawa dikarunia putra-putri yang lahir berpasangan. Diantaranya adalah Qabil dan Iklima. Kemudian Habil dan Labuda. Qabil disebut bersifat kasar sedangkan Habil lembut hati. Qabil petani dan Habil peternak. Adam -atas ilham dari Allah-akan menikahkan Qabil dengan Labuda, dan Habil dengan Iklima. Qabil menolak.

Adam mengharuskan keduanya melakukan korban. Yakni menaruh sayuran bagi Qabil dan daging bagi Habil di puncak gunung. Siapa yang korbannya "diterima", dia berhak memilih Iklima atau Labuda sebagai istri. Ternyata, menurut kisah ini, korban Habil yang diterima. Qabil kemudian membunuh Habil. Ia menguburkan saudaranya itu setelah melihat burung gagak mengubur gagak lain yang mati setelah keduanya berkelahi.

Wallahua'lam. Allah yang maha tahu kebenaran kisah yang juga didongengkan kalangan Yahudi ini. Juga tentang kapan persisnya masa hidup Adam-Hawa. Apakah ia berada pada masa sebelum atau setelah "manusia purba" seperti Homo Erectus di Jawa, Homo Pekinensis di Cina atau manusia Neanderthal di Eropa. Yang pasti kisah tentang Adam dan keluarganya memberi pelajaran tentang perlunya keteguhan manusia menghadapi "iblis", tentang dosa, pertemuan laki-laki perempuan, ketulusan untuk berkorban, juga nafsu serakah manusia.

Mukjizat: Merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT.

IDRIS AS.
Tak banyak yang dikisahkan tentang Idris. Ia disebutkan lahir di daerah Munaf - Mesir. Ia juga diyakini sebagai nabi pertama yang menulis dengan pena. Wallahua'lam, apakah keyakinan tersebut berkait dengan kenyataan bahwa kertas pertama, yang disebut papirus, diciptakan oleh masyarakat Mesir.

Idris disebut belajar agama dari Sis -anak Adam yang juga menjadi Nabi. Masyarakat terdahulu juga meyakini bahwa ia dibawa ke surga sebelum mengalami kematian. Mereka percaya, nabi Idris adalah satu-satunya manusia yang masuk surga tanpa pernah mati. Itu terjadi pada usia 82 tahun. Quran menyebut kisah Idris dalam Surat Maryam 56-57. Juga pada surat Al-Anbiya (Para Nabi)
ayat 85-86.

Mukjizat: Hebat dalam menunggang kuda (pada saat itu sedikit orang yang dapat menunggang kuda), dapat menulis (tidak ada umatnya yang dapat menulis), dapat menjahit pakaian (belum ada yang mampu menjahit pakaian saat itu), dam mendapat shuhuf 30 lembar.

NUH AS.
Nuh diyakini sebagai keturunan ke-10 Adam dan berasal dari wilayah Armenia. Kawasan ini berada di antara Iran, Turki dan Azerbaijan serta diantara Laut Hitam dan Laut Kaspia, Asia Barat. Ia menyeru masyarakatnya untuk menyembah Yang Esa, serta berperilaku baik. Mereka menolaknya. Mereka bahkan menyiksa Nuh dan menganggapnya gila. Istri serta anak Nuh, Kana'an, juga ikut mengucilkannya.

Penolakan itu juga karena faktor sosial. Pengikut Nuh banyak yang berasal dari kalangan miskin. Sedangkan masyarakat setempat memandang rendah kalangan miskin itu.

Nuh, atas perintah Allah, membuat kapal besar di daratan. Ini membuat Nuh semakin dituding gila. Namun kemudian terjadi air bah yang sangat dahsyat. Nuh menyerukan orang-orang setempat untuk naik kapal. Hanya pengikut Nuh yang mau memenuhi ajakan tersebut. Yang lain menolak. Harga diri mereka tercabik bila mengikuti ajakan Nuh. Kana'an pun menolak ajakan Nuh. Itu membuat Nuh sedih. Nuh berdoa agar Allah menyelamatkan keluarganya. Namun Allah mengingatkannya bahwa mereka bukanlah golongan yang termasuk pantas diselamatkan.

Berkembang pula kisah tentang perahu atau bahtera Nuh itu. Menurut kisah tersebut, di saat banjir itu Nuh menyelamatkan binatang. Seluruh binatang dinaikkannya ke dalam perahu sepasang-sepasang, sehingga semua selamat. Namun kebenaran kisah itu sangat lemah. Firman Allah (As-Syu'araa' ayat 119-120) "Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan...Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal"---tidak menyebut soal binatang tersebut.

Banyak ilmuwan mencoba memecahkan fenomena banjir besar itu. Ada yang mengaitkannya dengan peristiwa mencairnya es yang menyelimuti bumi, beribu-ribu tahun silam. Namun ada yang memperkirakan banjir besar itu merupakan fenomena lokal di Armenia lantaran mencairkan salju dan es di puncak gunung dekat pemukiman Nuh dan masyarakatnya. Ekspedisi untuk mencari sisa kapal itu telah dilakukan berbagai tim, mulai dari wilayah Turki hingga Armenia.

Mukjizat: Selamat dari bencana air bah yang besar.

HUD AS.
Hud disebut sebagai cucu Nuh, dari putranya Sam. Bila benar, tidak cukup terjelaskan bagaimana ia bisa menjadi keluarga terhormat kaum Ad yang tinggal di Ahqaf, antara Yaman dan Oman, sementara kakeknya di Armenia.

Kaum Ad disebut sebagai masyarakat yang makmur. Perekonomian berkembang pesat. Pada saat itu, gedung-gedung sudah terbangun megah. Para penduduknya dilukiskan sebagai orang-orang yang cantik dan tampan. Namun mereka semua mengabaikan aspek spiritualitas. Mereka hidup berfoyafoya dan menyombongkan kemewahan.

Hud mengajak mereka untuk mensyukuri kemakmuran itu dengan beribadah pada Allah. Mereka menolak. Mereka mempercayakan hidupnya pada berhala. Sampai kemudian datang musibah. Hujan sama sekali tak turun. Sungai dan sumur mengering. Ladang-ladang menjadi kerontang. Tanaman mati. Juga ternak-ternak. Hud kembali mengajak mereka menyembah Allah dan berdoa kepadaNya. Tapi mereka tetap mengagungkan berhala.

Lalu tibalah gumpalan awan hitam. Hud melihat awan itu sebagai pertanda akan datangnya bencana atau azab Allah. Mereka justru menganggapnya sebagai awan yang akan mengucurkan hujan dari langit. Mereka bersuka cita, menduga berhala telah mengabulkan permohonannya. Gumpalan awan hitam itu ternyata badai gurun atau awan panas yang menyapu kota, selama tujuh hari tujuh malam.

Kemakmuran kota kaum Ad tidak berbekas. Hud dan pengikutnya kemudian menetap di wilayah yang kini adalah Hadramaut. Di Timur kota Hadramaut itulah diyakini Hud dimakamkan. Kisah Hud, kaum Ad mengajarkan dan awan panas itu mengajarkan betapa fana kemakmuran dunia.

Mukjizat: Menimpakan adzab kepada kaum Aad yang durhaka yaitu angin yang sangat dingin lagi kencang selama 7 malam 8 hari.


SHALIH AS.
Shalih lahir dan tumbuh di lingkungan kaum Tsamud, kaum yang diyakini sebagai keturunan kaum Ad. Mereka tinggal di wilayah Hijir yang kini berada di wilayah Saudi Arabia. Sebagaimana kaum Ad, orang-orang Tsamud hidup berkecukupan. Mereka juga bermewah-mewah serta menyembah berhala.

Shalih mencoba mengingatkan mereka. Hinaan yang malah diperolehnya. Apalagi Shalih tak seperti Hud di masa kaum Ad yang berasal dari keluarga terpandang. Shalih datang dari keluarga miskin. Kaum Tsamud menantang Shalih untuk menunjukkan bukti sekiranya ia "seorang yang benar". Atas izin Allah, Shalih pun menunjukkan bukti mukjizat.

Tafsir Quran menyebut bahwa mukjizat itu berupa seekor unta betina yang keluar dari batu besar setelah Shalih memukulkan telapak tangannya. Pada kaumnya, Shalih mengingatkan agar unta itu jangan diganggu. Terutama saat unta itu minum air di telaga. Mereka diizinkan memerah susu unta itu untuk kebutuhannya sendiri.

Kalangan miskin bergirang hati. Mereka terus memerah susu unta yang seperti tiada habisnya itu. Hal yang membuat Shalih semakin berpengaruh di masyarakat. Beberapa kalangan terkemuka terus melancarkan tekanan pada Shalih. Sembilan orang pemuda paling terpandang di masyarakat ditugasi membunuh unta itu. Mereka dipimpin oleh Qudar bin Salaf. Mereka menantang Shalih untuk membuktikan bahwa Tuhan akan mengirim azab.

Shalih mengatakan bahwa azab akan datang setelah tiga hari. Benar, pada hari ketiga langit menjadi gelap. Kaum Tsamud binasa oleh sambaran petir, serta tertimpa reruntuhan rumahnya sendiri yang diguncang gempa. Shalih dan pengikutnya disebut-sebut pindah ke daerah Ramalah, Palestina. Sedangkan kisah unta betina itu memberi pelajaran kuat bahwa keimanan tidak cukup dapat dijelaskan hanya dengan rasionalitas.

Mukjizat: Dapat mengeluarkan betina keluar dari batu besar setelah dipukul dengan tangan Nabi Shalih sebagai hujjah atas kaumnya.

IBRAHIM AS.
Ibrahim berasal dari Babilonia, salah satu pusat peradaban masa itu selain Mesopotamia, yang kemudian dikenal sebagai wilayah Mausul. Kawasan itu terletak di antara sungai Efrat dan Tigris/Dajlah yang kini menjadi bagian negara Irak. Penguasa pada masa Ibrahim adalah raja besar, Namrud bin Kusy. Ayah Ibrahim, Azar, adalah pematung istana. Dialah pembuat arca yang disembah raja dan seluruh rakyat.

Ibrahim seorang yang kritis pada masalah ketuhanan. Ia menggugat ayahnya yang menyembah patung buatannya sendiri. Di masa remaja, Ibrahim menghancurkan patung-patung istana, lalu mengalungkan kapak penghancurnya di leher arca terbesar. Ketika disidang, Ibrahim berkilah bahwa yang menghancurkan arca-arca itu adalah arca terbesar. Ia minta Namrud untuk bertanya pada arca besar itu. Tentu semua menjelaskan bahwa patung itu tak dapat berbuat apa-apa. Jawaban itu dibalik oleh Ibrahim dengan bertanya, mengapa patung yang tidak dapat berbuat apa-apa harus disembah.

Riwayat yang ada menyebut Ibrahim dihukum bakar. Selama ini semua kalangan meyakini bahwa mukjizat Allah telah menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api itu. Ibrahim lalu hijrah ke Palestina. Perjalanannya dipenuhi dengan proses pencarian Tuhan yang dilukiskan dengan sangat indah oleh
Quran. Ia sempat bertanya pada dirinya sendiri: apakah kerlap-kerlip bintang di langit itu Tuhan? Hal yang dibantahnya sendiri begitu malam berlalu dan bintang itu tenggelam. Hal serupa dipertanyakannya ketika bulan muncul, juga ketika matahari merekah. Semua itu mengantarkan Ibrahim pada sebuah kesimpulan: Tuhan adalah yang menciptakan semua itu.

Dalam perjalanannya ke Palestina, Ibrahim menikah dengan Sarah -putri Raja Chazan. Setelah tinggal beberapa saat, Ibrahim dan Sarah pergi ke Mesir. Oleh Raja Mesir, mereka dihadiahi pelayan bernama Hajar yang kemudian diajak ke Palestina. Sarah yang tak kunjung dikaruniai anak, mendesak Ibrahim untuk menikahi Hajar.

Selanjutnya Ibrahim bersama Hajar menuju kawasan bukit batu yang gersang yang kini menjadi kota Makkah. Di sanalah Ibrahim membangun ka'bah, lalu ia kembali ke Palestina meninggalkan Hajar dan anaknya, Ismail.

Ibrahim meninggal di Palestina dan dimakamkan di Hebron, Sinai. Makamnya hingga kini dihormati oleh pemeluk tiga agama, Islam Kristen maupun Yahudi. Ibrahim memang Bapak para nabi yang membawa tiga agama samawi tersebut. Lebih dari itu, Ibrahim adalah Bapak Monoteisme.

Pencariannya terhadap Tuhan telah mengantarkan seluruh umat manusia terhadap prinsip "kemerdekaan" manusia untuk tidak terikat pada apapun kecuali Tuhan. Maka, Ibrahim adalah satusatunya Rasul sebelum Muhammad yang umat Islam wajib melakukan ritual untuk menapaktilasinya berupa ibadah haji.

Mukjizat: Tidak mempan dibakar.

LUTH AS.
Luth adalah anak adik bungsu Ibrahim. Sejak Luth kecil, keduanya telah sangat dekat. Luth bahkan menyertai Ibrahim meninggalkan Babilonia menuju Palestina. Mereka semula bertempat tinggal di wilayah yang sama, dan sama-sama menjadi peternak. Namun keduanya kemudian berpisah. Ibrahim di wilayah barat Palestina, sedangkan Luth di wilayah timur yang kini merupakan bagian dari Yordania.

Riwayat menyebut, Luth pindah ke Timur setelah ia mendapat perintah Allah untuk menyeru kebajikan pada masyarakat Sodom dan Amurah. Selain itu, Luth juga menyebut pertimbangan lain. Menurutnya, dengan bermukim di tempat yang sama, penggembala ternaknya dan penggembala ternak Ibrahim sering bertengkar mengenai ternak mereka. Pergilah Luth ke wilayah makmur yang masyarakatnya menjadi pemuja dewa itu.

Warga Sodom dan Amurah juga pemuja nafsu. Mereka menyukai sesama jenis kelamin. Laki-laki menyukai laki-laki, perempuan menyukai perempuan. Sebagian besar mereka juga berkebiasaan merampok serta memerkosa musafir. Seruan Luth menjadi seperti sia-sia kecuali pada sedikit orang. Istri Luth bahkan terpengaruh mereka.

Allah lalu mengutus dua malaikat ke rumah Luth. Mereka menyamar menjadi dua orang pemuda tampan yang segera menjadi incaran para laki-laki setempat. Mereka mendesak Luth menyerahkan kedua pemuda itu. Mereka menolak tawaran Luth agar mengawini kedua putri cantiknya. Mereka menyebut bahwa Luth tahu yang mereka inginkan. Yakni laki-laki tampan itu.

Luth malu terhadap tamunya. Ia tak tahu, keduanya adalah malaikat. Luth pun marah pada warga setempat. Lalu malaikat itu menyampaikan firman Allah, agar malam itu juga Luth bersama keluarga dan pengikutnya segera meninggalkan tempat. "Jangan ada seorang pun diantara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu". Malaikat itu juga memberi tahu bahwa azab akan datang saat subuh.

Ketika Subuh tiba, Luth dan rombongannya telah meninggalkan wilayah itu. Negeri Sodom dan Amurah yang berada di dataran tinggi itupun longsor, dan musnah tertimpa reruntuhan batu serta cadas. Padahal mereka -sebagaimana bangsa setempat lain-dikenal piawai membangun kota di atas lereng-lereng batu seperti kini tersisa di beberapa situs di Yordania. Istilah "sodomi" untuk praktek homoseksual berasal dari kata "Sodom" tersebut.

Kisah Luth dan masyarakat Sodom mengingatkan manusia untuk menjauhi kebejatan moral yang tercermin dalam praktek homoseksual. Bila di masa Luth Allah menjatuhkan bencana longsor pada pelaku kebejatan moral itu, kini Allah mengganjar mereka dengan virus AIDS perusak kekebalan tubuh yang belum ditemukan obatnya.

Mukjizat:

ISMAIL AS.
Ismail lahir di Palestina sebagai anak Ibrahim dari Hajar. Kelahirannya mengusik ketenangan istri pertama Ibrahim, Sarah, yang belum dikaruniai anak. Ibrahim pun mengajak Hajar dan Ismail meninggalkan Palestina, memasuki wilayah kering-kerontang yang tak berpenghuni. Daerah yang kini menjadi kota Makkah. Ia meninggalkan ibu dan bayinya di sana, dengan iringan doa yang bersungguhsungguh agar Allah melimpahkan rizki kepada yang datang ke daerah yang menjadi "rumah Allah" itu.

Di tempat itu, Ismail kecil menangis kehausan. Hajar lalu berlari antara bukit Shafa dan Marwah. Dalam tradisi gurun, orang yang mencari air akan menuju puncak bukit untuk melihat ke arah bawah ada-tidaknya burung-burung yang biasanya berkerumun di sekitar sumber air. Setelah tujuh kali berlari, Hajar melihat sumber air yang menyembul di cekungan bukit-bukit batu. Sumber air yang kemudian dikenal sebagai sumur zamzam. Keberadaan sumber air membuat para musafir singgah, dan sebagian malah menetap di sana.

Ketika Ismail telah tumbuh menjadi remaja kecil yang lincah, sang ayah datang lagi. Dalam kunjungannya kali ini, Ibrahim mendapat perintah Allah melalui mimpi agar ia mengorbankan anaknya dengan menyembelih. Begitu diberitahu mimpi tersebut, Ismail malah mendorong sang ayah untuk tidak ragu melaksanakan perintah Allah.

Ayah-anak itupun berjalan beriring menuju tempat yang kemudian disebut Mina -kini tempat persinggahan jamaah haji sebelum dan sesudah ke Arafah. Menurut riwayat, dalam perjalanan itu mereka dicegat iblis yang menyamar sebagai manusia. Mereka membujuk Ibrahim untuk tidak mengorbankan Ismail.

Tiga kali mereka dibujuk, tiga kali itu pula Ibrahim menepisnya dengan melempar batu. Tempat tersebut yang kini dipakai untuk melempar batu dalam ritual haji yang menyimbolkan pengusiran iblis dari diri manusia, yakni jumrah Ula, Wushta dan Aqabah. Penyembelihan Ismail tidak terlaksana. Allah mengutus malaikat untuk menggantikan Ismail dengan seekor kambing. Itulah yang menjadi pangkal ritual ibadah qurban setiap Idhul Adha.

Ismail pun membantu Ibrahim mendirikan bangunan ka'bah yang kini menjadi pusat ibadah seluruh umat Islam. Ia menikah dengan gadis dari suku Jurhum. Ia menikah lagi setelah bercerai dengan istri pertamanya itu. Salah seorang keturunannya adalah Muhammad -rasul besar dan terakhir penyampai ajaran sempurna bagi umat manusia dewasa ini. Ismail wafat di Palestina di usia sekitar 137 tahun. Ibadah haji yang merupakan simbol kemerdekaan dan persatuan manusia adalah ziarah sejarah atas jejak ibadah Ibrahim-Ismail-Hajar.

Mukjizat: Munculnya air zam-zam.

ISHAQ AS.
Ishaq adalah anak dari istri pertama Ibrahim, Sarah. Ketika mengandung, Sarah sudah sangat lanjut usia. Saat itu ia diperkirakan telah berusia 90 tahun. Karenanya ia sangat heran: bagaimana mungkin dalam usia selanjut itu masih hamil. Berita tersebut sekaligus menjadi pelipur lara Ibrahim yang baru mendengar kabar sedih tentang perilaku orang-orang Sodom dan Amurah pada Luth.

Ternyata Ishak lahir dengan sehat. Tak banyak terkisahkan riwayat hidup Ishak ini. Yang pasti ia banyak menemani ayahnya untuk berdakwah di daerah Kana'an dan Sam -Palestina. Ia kemudian menikahi Rifqah, cucu saudara Ibrahim bernama Nahur. Dari penikahannya itu, mereka dikarunia dua anak yakni Ishu dan Ya'kub. Ya'kub kemudian menjadi rasul pula. Orang-orang Yahudi sekarang adalah keturunan Ya'kub. Mereka menyebut nama kakek moyangnya tersebut "Israel" -nama yang kini diabadikan sebagai nama negara oleh orang-orang Yahudi.

Mukjizat: Dilahirkan secara mukjizat atas ibu yang sudah tua dan mandul dengan ayah yang sudah tua.

YA’KUB AS.
Ya'kub lahir dan tumbuh di tanah Palestina. Sewaktu dewasa, ia pindah ke Babilonia ikut ke tempat pamannya, Laban, seorang yang berpengaruh di daerah itu. Laban bermaksud mengawinkan Ya'kub dengan putrinya pertamanya, Layya. Tapi Ya'kub lebih ingin menikahi putri kedua Laban yang cantik, Rahiel.

Ya'kub memang berhasil menikahi Rahiel setelah sebelumnya menikahi Layya. Pernikahan dengan Rahiel terjadi setelah Ya'kub memenuhi persyaratan yang diajukan Laban, yakni menggembalakan kambing serta mengolah kebun Laban selama tujuh tahun. Selain kakak beradik itu, Ya'kub juga menikahi dua orang budak. Mereka adalah Zulfa dan Balhah. Keempat istri tersebut melahirkan 12 anak bagi Ya'kub. Merekalah yang kemudian menjadi 12 kelompok orang Yahudi.

Dari 12 anak itu, dua orang diantaranya mendapat tempat istimewa di hati Ya'kub. Mereka adalah Yusuf yang kelak menjadi rasul pula, serta adiknya. Bunyamin. Keduanya adalah anak Rahiel. Merekalah -terutama Yusuf-yang terus menjadi sasaran iri hati saudara-saudaranya.

Namun Yusuf bukan satu-satunya keturunan Ya'kub yang menjadi rasul. Seorang keturunan Ya'kub dari Bunyamin adalah Yunus yang juga menjadi rasul. Lawi dan Yahudza -keduanya anak Ya'kub dengan Layya-juga menurunkan para rasul. Musa, Harun, Ilyas dan Ilyasa adalah keturunan Lawi. Sedangkan Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya dan Isa adalah para rasul Yahudi anak cucu Yahudza.

Maka Ya'kub adalah kakek moyang para rasul sebelum masa Muhammad. Sikap dan cara berpikirnya tentu berpengaruh pada para rasul keturunannya serta kaum Yahudi dan kemudian Nasrani penegak panji keesaan Allah sebelum era Muhammad.

Mukjizat:


YUSUF AS.
Yusuf adalah anak kesayangan Ya'kub. Ia paling tampan diantara saudara-saudaranya. Juga paling patuh. Sewaktu kecil, ia bermimpi sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud kepadanya. Ya'kub melarang Yusuf menceritakan mimpi itu pada saudaranya.

Rasa sayang Ya'kub pada Yusuf dan Bunyamin -keduanya anak Rahiel-membuat iri saudaranya. Mereka berkomplot mencelakakan Yusuf. Sebagian ingin membunuh, sebagian lagi ingin membuang jauh, sedangkan Yahudza -seorang saudaranya yang sebenarnya masih mengasihi Yusuf-- mengusulkan agar adiknya itu dibuang ke sumur. Dengan begitu ia akan diselamatkan dan dibawa musafir yang selalu singgah ke sumur-sumur dalam perjalanannya.

Sepuluh saudara itu mendesak ayahnya untuk mengizinkan mereka mengajak Yusuf pergi. Bunyamin yang masih kecil ditinggalkan di rumah. Mereka lalu melaksanakan niatnya. Mereka meninggalkan Yusuf dalam sumur, mengambil bajunya untuk dilumuri darah domba. Pada ayahnya, mereka menyebut Yusuf diterkam binatang liar. Ya'kub tahu kebohongan itu, tapi tak dapat berbuat apapun. Ia lalu tenggelam dalam kesedihan panjang.

Yusuf memang diselamatkan musafir yang menuju Mesir. Pada masa itu, hampir di setiap kota besar selalu terdapat pasar untuk menjual manusia sebagai budak. Yusuf pun dijual sebagai budak dengan harga mahal. Ia dibeli oleh menteri kerajaan bernama Qiftir. Yusuf tumbuh sebagai pemuda berakhlak teguh, cerdas dan tampan. Istri Qiftir, Zulaikha, menggodanya. Yusuf menolak hingga bajunya sobek. Melihat sobekan baju di belakang, kerabat Zulaikha tahu bahwa perempuan itulah yang salah.

Pergunjingan meluas. Zulaikha mencoba menepisnya dengan mengundang para wanita terhormat di masyarakat itu, memberi masing-masing mereka pisau pengupas buah, dan meminta Yusuf keluar menemui mereka. Begitu tercengang mereka melihat Yusuf, hingga tanpa terasa tangannya teriris pisau. Namun untuk menjaga nama baik keluarga Qiftir, Yusuf tetap dijebloskan di penjara. Hal yang juga disyukuri Yusuf karena kini ia manusia merdeka. Bukan lagi budak.

Di penjara, Yusuf mentakwil mimpi dua orang tahanan. Menurut takwil itu, seorang akan dibebaskan dan akan kembali melayani raja. Seorang lagi, mantan bendaharawan kerajaan, akan dihukum mati. Takwil Yusuf ternyata benar. Kemampuannya itu tersiar, ia diminta menakwil mimpi Raja bahwa "tujuh lembu kurus akan memakan tujuh lembu gemuk". Yusuf menjelaskan bahwa akan datang masa subur dengan makanan berlimpah ruah selama tujuh tahun, setelah itu tiba masa kemarau sepanjang tujuh tahun pula.

Lantaran takwilnya, Raja mengangkat Yusuf untuk menjadi menteri urusan pangan dan ekonomi. Ketika masa subur tiba, Kerajaan Mesir meminta rakyatnya menyimpan gandum, kurma dan makanan lain sebanyak-banyaknya untuk masa paceklik mendatang. Berkat kerja Yusuf, kerajaan Mesir tetap berkecukupan pangan di saat kemarau panjang itu tiba. Penduduk kelaparan dari berbagai daerah lain berdatangan ke Mesir untuk membeli pangan dengan sisa kekayaan mereka. Tak terkecuali anak-anak Ya'kub yang dulu mencelakakan Yusuf.

Mereka tak lagi mengenali Yusuf. Mereka dibolehkan kembali ke Mesir asal membawa adiknya yang tertinggal, Bunyamin. Pada Bunyamin-lah Yusuf mengenalkan siapa dirinya. Ia kemudian membawa Ya'kub dan seluruh keluarganya pindah dari Babilonia ke Mesir. Mimpinya sewaktu kecil kini terbukti. Ia malah diangkat menjadi raja menggantikan raja terdahulu.

Masyarakat tradisional lebih mengenal Yusuf sebagai simbol ketampanan. Banyak perempuan hamil membaca surat Yusuf dalam Quran agar anak yang dikandungnya kelak akan tampan bagai Yusuf atau cantik. Padahal Yusuf tak sekadar tampan. Ia rasul pertama yang memimpin negara. Lebih dari itu, ia berhasil mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Mukjizat: Bisa menafsirkan mimpi, tidak ada yang melebihi ketampanan Yusuf di dunia kecuali Nabi Muhammad SAW.

AYUB AS.
Ayub adalah cicit Ibrahim. Ia anak Ish, putra Ishaq. Sedangkan ibunya adalah putri Luth. Besar kemungkinan ia salah seorang dari dua putri yang ditawarkan Luth kepada masyarakat Sodom untuk dinikahi. Hal yang ditolak oleh para penganut praktek homoseksual itu.

Ayub tumbuh di Syam (Syria) dari keluarga kaya raya. Ia mewarisi seluruh kekayaan itu. Setelah dewasa, ia menikahi cucu Yusuf, yakni Rahmah -- anak Afrayim. Keluarga Ayub kemudian dikenal masyarakat Hauran dan Tih sebagai keluarga dermawan yang tiada tara. Ketaatan dan kedermawanan itulah yang menggoda iblis untuk menguji Ayub. Allah pun menantang iblis sekiranya ia sanggup meruntuhkan iman Ayub.

Masa ujian itu tiba. Mula-mula rumah dan seluruh kekayaan Ayub terbakar. Ayub tidak surut dalam pengabdiannya pada Allah. Kemudian seluruh anak-anaknya tewas setelah rumah mereka ambruk. Namun Ayub tetap sabar. Setelah itu, Ayub terserang penyakit kulit yang membuatnya diasingkan masyarakat sekitar. Itupun tidak menggoyahkan hati Ayub.

Dua orang istri Ayub minta cerai. Ayub pun menceraikannya. Hanya Rahmah yang bersumpah setia untuk menemani Ayub hingga akhir hayat. Rahmah yang menggendong Ayub keluar desa begitu mereka diusir masyarakat setempat. Dia terus melayani keperluan Ayub, mencukupi kebutuhannya, bahkan menjual gelung rambut untuk keperluan makan. Masa itu, menjual gelung rambut adalah perbuatan yang dianggap hina.

Delapan puluh tahun berlalu dalam cobaan itu. Ayub tetap merasa belum pantas untuk meminta kesembuhan dari Allah. Ia menganggap beban cobaan itu belum sebading dengan kesenangan yang pernah dinikmatinya. Namun Rahmah terus meyakinkan Ayub agar berdoa. Allah kemudian berfirman agar Ayub menjejakkan kakinya ke tanah. Air pun menyembul dari bekas jejakan kaki itu yang dipakainya untuk mandi dan minum. Ayub mendapatkan kesembuhan melalui air itu.

Kisah Ayub dan Rahmah adalah potret ketabahan keluarga rasul dalam menerima cobaan. Mereka menunjukkan bahwa iman adalah segalanya, lebih dari sekadar harta, keluarga maupun pengakuan manusia.

Mukjizat: Memiliki kesabaran yang sangat tinggi, dapat mengeluarkan air dari tanah setelah dia menjejakkan kakinya ke tanah melalui firman dari Allah.


DZULKIFLI AS.
Tak banyak riwayat mengenai Dzulkifli. Ia hanya disebut sebagai putra Ayub yang semula bernama Basyar. Tak dijelaskan apakah Basyar lolos dari kematian ketika semua anak-anak Ayub tertimpa reruntuhan rumahnya. Atau dia anak Ayub setelah rasul itu kembali sembuh. Dengan mengaitkanya pada Ayub, besar kemungkinan Dzulkifli tinggal di Syam atau wilayah sekitarnya.

Quran hanya menyebut sekilas tentang Dzulkifli. Namanya disebut bersama Ismail dan Idris. Riwayat menyebut Dzulkifli mewarisi sikap sabar Ayub. Ia malah disebut sebagai sosok yang tak pernah marah, serta selalu menyelesaikan persoalan dengan tersenyum.

Dikisahkan pula bahwa Dzulkifli kemudian ditunjuk menjadi raja, menggantikan raja terdahulu yang telah uzur. Adalah raja itu sendiri yang memilih Dzulkifli setelah ia memenuhi persyaratan yang diminta. Yakni bahwa calon pengganti itu haruslah seorang yang sanggup berpuasa di siang hari, beribadah pada malam hari, serta seorang yang bukan pemarah. Beberapa kisah menyebut Dzulkifli,
yang telah menjadi raja, berulang kali diuji agar terpancing marah. Ia lolos dari ujian itu.

Mukjizat:

SYUAIB AS.
Syuaib adalah satu dari empat rasul yang disebut berasal dari bangsa Arab. Tiga lainnya adalah Hud, Shalih serta Muhammad. Ia tinggal di daerah Madyan, wilayah yang sangat subur di jazirah Arabia. Gandum dan buah-buahan tumbuh dengan baik di dataran itu.

Masyarakat Madyan sebenarnya pernah mengenal ajaran agama yang disampaikan Ibrahim. Namun moralitas mereka telah sangat merosot. Mereka culas dan gemar menipu. Terutama melakukan penipuan takaran atau timbangan. Syuaib mencoba mengingatkan mereka. Hanya sebagian kecil yang mengikuti seruan Syuaib itu. Bertambahnya pengaruh Syuaib tersebut, meskipun sangat sedikit, membuat para terkemuka kaum Madyan semakin memusuhi.

Beberapa waktu kemudian, Madyan tertimpa bencana. Musim kering terjadi. Ladang pertanian kering-kerontang, rumput-rumput mati, ternak pun bertumbangan kekurangan pakan dan air. Saat itu, Syuaib mencoba mengingatkan kembali agar mereka menjauhi maksiat dan beribadah pada Allah. Namun mereka menampiknya dan menyebut bencana itu adalah fenomena alam biasa.

Lalu muncullah gumpalan awan hitam itu. Masyarakat Madyan bergembira. Sebagaimana umat Hud, mereka menyangka hujan bakal segera turun. Mereka keluar rumah untuk menyambutnya. Gumpalan hitam itu ternyata awan panas yang membawa guntur dan kilatan listrik petir. Orang-orang Madyan yang tak berlindung itupun hangus. Masyarakat pun menggambarkan bahwa tubuh mereka "bagai terbakar api".

Mukjizat: Dapat membuat udara yang sangat panas, udara ini digunakan untuk menyerang penduduk Aikah yang durhaka.

YUNUS AS.
Yunus lahir dan besar di Syam. Ia kemudian berdakwa di Ninawa, tempat yang diyakini sekarang berada di dekat Mausul-Irak. Kehadiran Yunus tak mendapatkan sambutan baik masyarakat setempat. Selama lebih tiga puluh tahun menyeru kebaikan, dia hanya memperoleh dari dua orang. Rubil dan Tanukh. Nyaris Yunus putus asa. Allah pun meminta Yunus untuk berdakwah lagi selama 40 hari.

Tak ada perubahan yang terjadi. Maka Yunus memutuskan untuk pergi. Sepeninggal Yunus, awan hitam pun menggantung. Suara gemuruh menggelegar. Kaum bencana awan panas serta petir yang menimpa kaum Madyan di masa Syuaib mungkin telah sampai pada mereka. Seluruh penduduk pun berkumpul di tanah lapang menyatakan taubatnya secara sungguh. Perlahan gumpalan awan itupun menipis hingga sirna.

Warga Ninawa berusaha mencari Yunus kembali. Yunus, yang tak tahu pertaubatan itu, malah pergi menghindar lantaran khawatir dibunuh. Ia kemudian menumpang sebuah kapal. Di tengah perairan, kapal pun diguncang topan. Keyakinan masa itu, badai datang karena para penumpang kapal penuh dosa. Untuk meredakan badai harus dilakukan pengorbanan. Yunus terpilih untuk dikorbankan setelah diundi tiga kali.

Yunus dilemparkan ke laut. Tubuhnya ditemukan kembali dalam perut ikan yang terdampar di pantai. Atas kuasa Allah, Yunus ternyata masih hidup. Setelah sembuh, ia kembali berdakwah di masyarakat Ninawa yang kali ini menyambutnya dengan sangat baik.

Besar kemungkinan peristiwa itu terjadi di Laut Hitam. Sedangkan ikan penelan Yunus yang paling mungkin adalah paus. Kisah Yunus mengajarkan bahwa kebesaran Allah tak mungkin sepenuhnya terjangkau oleh perhitungan biasa manusia. Juga bahwa ketekunan (berdakwah) pada akhirnya akan berbuah.

Mukjizat: Tetap hidup walau dimakan ikan hiu. Ia berada di dalam perut ikan hiu tersebut selama 3 hari.

MUSA AS.
Musa adalah seorang Israel. Saat itu hampir seluruh orang Israel (keturunan Nabi Ya'kub) memang tinggal di Mesir. Ini terjadi sejak Nabi Yusuf menjadi menteri dan bahkan kemudian raja di Mesir. Namun di masa sebelum dan saat hidup Musa, kekuasaan kembali berada di tangan Raja Mesir.

Menjelang kelahiran Musa, Raja Mesir Fir'aun bermimpi bahwa negerinya mengalami kebakaran hebat. Yang hidup hanyalah orang-orang Israel. Ahli nujum kerajaan meramalkan bahwa kerajaan Mesir akan hancur di tangan seorang Israel. Berdasarkan ramalan itu, Fir'aun memerintahkn untuk membunuh setiap bayi laki-laki dari keluarga Israel.

Yukabad, seorang perempuan Israel, cemas. Ia telah menyembunyikan kehamilannya, dan ternyata ia melahirkan bayi laki-laki. Beberapa lama ia sempat menyembunyikan bayinya, sampai ia mendapatkan ilham untuk menyanyutkan bayi itu ke sungai. Bayi diletakkan di peti kecil dan dihanyutkan. Banyak kalangan menduga tempat bayi dihanyutkan itu adalah sungai Nil. Yukabad meminta anak perempuannya, Maryam, mengikuti bayi itu dari kejauhan.

Dari Maryam, ibu itu tahu bahwa Musa, bayinya, hanyut ke arah istana dan dipungut anak oleh permaisuri Fir'aun. Permaisuri itulah yang mendesak Fir'aun agar boleh memelihara Musa. Dari Maryam Yukabad juga tahu bahwa permaisuri tengah mencari ibu susu bagi Musa. Akhirnya Musa memang diserahkan pada Yukabad untuk disusui.

Ada dua pendapat di mana Musa tinggal pada masa menyusu itu. Ada yang menyebut di rumahnya sendiri. Tradisi masa itu bayi memang disusui di rumah ibu susu. Ada juga yang menyebut Yukabad-lah yang tinggal di istana untuk menyusui itu. Yang pasti, usai masa menyusu Musa tinggal di istana ia tumbuh menjadi pemuda.

Musa bertubuh besar dan kuat. Suatu waktu ia menjumpai dua orang yang berkelahi, seorang Israel dan seorang Mesir. Saat itu antara orang-orang Mesir dan Israel memang sering terjadi ketegangan. Orang Israel itu berteriak minta tolong Musa. Menurutnya, orang Mesir itu hendak membunuhnya. Musa pun memukul lawan Israel tersebut. Orang Mesir itu tewas. Pembunuhan terhadapnya menjadi misteri sampai lama.

Namun Musa kemudian mendapati orang Israel yang sama berkelahi lagi dengan orang Mesir. Lagilagi minta tolong Musa. Musa justru marah dan mendatanginya. Sambil ketakutan, ia bertanya apakah Musa akan membunuhnya seperti membunuh orang Mesir dulu. Segera tersiarlah kabar bahwa Musalah pembunuh orang Mesir dulu.

Musa risau. Seorang kawannya -yang mengaku mendengar kabar bahwa Fir'aun tengah mencarinyamenyarankan Musa untuk pergi meninggalkan Mesir. Musa kemudian berjalan sampai tiba di Madyan tempat Syuaib sang rasul tinggal. Musa tengah berteduh ketika perhatiannya tertuju pada dua gadis yang berdiri tersisih saat orang-orang berjejalan berebut air di sumur. Gadis itu hendak member minum dombanya. Namun mereka tak mampu berebut dengan para laki-laki di situ.

Musa menolong mereka. Tindakannya menarik hati Syuaib yang kemudian mengundangnya untuk tinggal bersama keluarga itu. Syuaib malah menikahkan Musa dengan salah satu putrinya. Mas kawinnya adalah kesediaan Musa untuk tinggal bersama mereka serta menternakkan domba serta bercocok tanam untuk keluarga selama delapan tahun.

Setelah 10 tahun tinggal bersama Syuaib, Musa minta izin membawa Shufaira istrinya yang tengah hamil ke Mesir. Malam hari, saat beristirahat di bukit Tursina di gurun Sinai, Musa melihat nyala api di kejauhan. Musa meninggalkan istrinya sejenak untuk mendatangi api tersebut. Saat itulah ia mendengar gelegar firman Allah bahwa Musa tengah "berhadapan" dengan-Nya. Peristiwa itu menjadikan Musa sebagai manusia yang selagi hidup telah berdialog langsung dengan Tuhan. Manusia
lainnya adalah Muhammad dalam peristiwa Isra Mi'raj.


Di Tursina itu Allah memberi dua mukjizat pada Musa. Pertama, tongkatnya dapat berubah menjadi ular begitu dilempar ke tanah. Kedua, telapak tangannya akan bersinar setelah diselipkan di balik baju di ketiaknya. Allah pun memerintahkan Musa untuk berdakwah mendatangi Fir'aun. Itu kemudian dilakukan Musa bersama misannya, Harun, yang juga telah diangkat menjadi rasul oleh Allah. Sejak itulah Musa-Harun berjalan beriringan. Seorang yang perkasa namun tidak pandai berkata-kata bersama seorang yang fasih berargumen serta lembut hati.

Pertemuannya dengan Fir'aun yang juga ayah angkatnya sendiri tidak berlangsung mulus. Fir'aun menolak seruan Musa agar mengesakan Allah. Puncaknya adalah tantangan Fir'aun pada Musa agar bertarung dengan para ahli sihirnya. Musa menang dalam pertarungan itu. Ular besar dari tongkat Musa menelan ular-ular kecil ciptaan para ahli sihir. Para ahli sihir itu malah bersujud mengikuti ajaran Musa. Hal demikian makin membuat Fir'aun marah.

Haman, perdana menteri kerajaan, mengusulkan agar Fir'aun membunuh Musa dan seluruh warga Yahudi pengikutnya. Fir'aun setuju. Pasukannya segera disiapkan. Namun, malam itu, Musa dan seluruh warga Yahudi telah lari meninggalkan Mesir. Mereka memang tidak dapat lolos melalui Sinai untuk menuju tanah Palestina. Mereka terjepit di ujung Laut Merah.

Saat itulah Musa memukulkan tongkatnya. Laut pun terbelah. Pengikut Musa berhasil menyeberang ujung teluk itu. Fir'aun dan pasukan mengejar di jalur yang sama. Namun tiba-tiba muncul gelombang pasang luar biasa yang menenggelamkan mereka. Ilmu pengetahuan sekarang menjelaskan fenomena tersebut sebagai fenomena Tsunami. Gempa bumi yang berpusat di dasar laut akan menyebabkan air
laut surut dengan sangat cepat. Peristiwa surut tersebut harus sangat diwaspadai karena beberapa waktu kemudian justru akan diikuti gelombang pasang luar biasa. Itu yang terjadi pada petaka Flores 1980-an serta Banyuwangi 1995.

Musa telah menyelamatkan kaumnya. Sejak itulah orang-orang Yahudi bermukim di tanah Palestina smpai sekarang. Musa mengajar mereka dengan Kitab Taurat atau 'Perjanjian Lama" untuk mengesakan Allah. Musa mengenalkan pada ajaran pokok "10 Perintah Allah".

Musa dan Kisah lain Beberapa kisah juga dikaitkan dengan Musa. Di antaranya kisah "sapi betina", Nabi Khidzir, harta Qarun, serta patung sapi Samiri.

Kisah sapi betina diuraikan dalam Quran Surat Al-Baqarah. Beberapa orang Yahudi datang ke Musa minta agar mengusut pembunuh keluarga mereka. Musa -berdasar wahyu Allah-minta mereka mencari sapi untuk disembelih. Kulit sapi -ada yang menyebut lidah sapi- agar dipukulkan pada jenazah korban.

Orang-orang malah mempersulit diri dengan terus bertanya-tanya jenis sapi yang seperti apa yang dimaksud Musa. Setelah sapi didapat, dan petunjuk Musa dilakukan, ternyata diketahui bahwa justru sang pelaporlah pembunuh korban. Kisah ini diyakini sebagai petunjuk Allah tentang kecenderungan umum orang-orang Yahudi. Gemar mencari masalah dan mau menang sendiri.

Kisah Nabi Khidzir menggambarkan bahwa "di atas langit masih ada langit". Seorang rasul hebat seperti Musa masih harus belajar pada Khidzir. Dikisahkan bahwa Khidzir bertemu dengan Musa di "pertemuan dua laut" tempat ikan-ikan yang dibawa Musa dalam keranjang hidup kembali. Khidzir bersedia Musa menjadi muridnya asalkan ia tidak bertanya menggugatnya sepanjang pengikuti perjalanan. Tiga kali gagal menahan diri maka Musa harus pergi.

Mula-mula mereka naik kapal. Tiba-tiba Khidzir melubangi kapal itu. Musa tidak dapat menahan diri untuk mengecam mengapa Khidzir melakukan itu. Khaidir mengingatkan Musa telah sekali melanggar. Kemudian Khidzir membunuh seorang anak. Musa kembali bertanya, dan Khidzir mengingatkan lagi bahwa Musa telah dua kali melanggar. Akhirnya Khidzir membangun rumah roboh di sebuah perkampungan yang warganya mengusir mereka. Lagi-lagi Musa bertanya. Saat itulah Khidzir menyebut bahwa Musa telah melanggar tiga kali dan harus pergi.

Khidzir lalu menjelaskan perbuatannya. Ia merusak kapal karena di waktu mendatang raja yang tamak akan menyita seluruh kapal yang bagus. Kapal itu milik orang miskin. Bila rusak, kapal itu tak akan disita. Tentang anak yang dibunuhnya ia menyebut bahwa anak itu sangat berbahaya. Bila dibiarkan, dia akan membahayakan kedua orang tuanya yang sangat saleh. Soal rumah roboh, Khidzir menyebut rumah itu milik anak yatim. Ada harta peninggalan buat anak yatim itu yang berada di bawah reruntuhan rumah tersebut. Kisah ini mengajarkan agar manusia terus belajar. Ilmu Allah maha luas, tak akan seluruhnya dapat terjangkau bahkan oleh rasul besar seperti Musa.

Di masa Musa pula hidup seorang yang sangat kaya. Ia adalah Qarun yang juga seorang Yahudi. Dengan kekayaannya ia menjadi arogan. Ia bahkan menuhankan kekayaannya itu. Ajakan Musa untuk menjadi seorang berpekerti luhur serta mengesakan Allah ditolak Qarun. Sampailah tiba bencana yang menguburkan jasad Qarun beserta seluruh kekayaannya tersebut. Kisah yang mengajarkan betapa kekayaan -jika tidak disyukuri dan dipergunakan secara baik-justru merendahkan martabat manusia.

Musa juga menghadapi penyelewengan kaumnya menyangkut masalah ketuhanan. Hal tersebut lantaran pengaruh Samiri. Peristiwa ini dipaparkan dalam kisah tentang Musa bersama Harun.

Mukjizat: Dapat membuat tongkat menjadi ular, membelah lautan, dan mendapatkan kitab Taurat.

HARUN AS.
Harun adalah saudara sepupu Musa. Orang tua mereka kakak-adik. Hampir sepanjang masa kerasulannya, Harun selalu menemani Musa. Harun pula orang pertama yang dituju Musa begitu ia kembali ke Mesir dan ditunjuk menjadi rasul. Harun diajak Musa pula untuk menemui Fir'aun, menyampaikan dakwahnya.

Dapat dikatakan Musa-Harun adalah "dwitunggal" dalam berdakwah. Musa seorang yang kuat, tegas dan pemberani. Namun ia kurang mampu berdakwah lisan secara baik. Sebaliknya, Harun pintar berdiplomasi dan penuh perhatian. Maka ketika memutuskan pergi untuk beruzlah ke gunung Sinai 40 hari, Musa menitipkan pembinaan umatnya pada Harun.

Di saat Musa pergi itulah Harun mengalami peristiwa penting. Kaum Yahudi yang mereka pimpin mulai tergoda untuk menyembah berhala seperti yang dilakukan kaum-kaum lain saat itu. Harun berupaya mencegahnya. Namun keadaan telah berkembang negatif. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh

Samiri, salah seorang pengikut Musa yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu tukang sihir kerajaan Fir'aun yang kemudian takluk pada Musa. Samiri mengumpulkan perhiasan emas dari para perempuan Yahudi. Ia meleburnya dan menjadikannya patung sapi. Sedemikian sempurna patung itu sehingga bila angin bertiup, patung sapi tersebut seperti bersuara. Samiri meyakinkan bahwa itulah Tuhan yang juga disembah Musa. Harun berusaha menghentikan praktek penyembahan patung sapi tersebut. Namun sia-sia. Penyembahan berhala itu baru terhenti setelah Musa kembali. Samiri berhasil diasingkan dan bahkan menderita depresi.

Nama Harun memang berada dalam bayang-bayang Musa. Tapi Harun adalah kunci efektivitas dakwah Musa.

Mukjizat: Fasih dalam berkomunikasi.

ILYAS AS.
Ilyas adalah salah seorang nabi dari kalangan Bani Israel. Ia adalah keturunan Harun, dan membimbing kaumnya di lembah timur Sungai Yordan. Saat itu masyarakatnya telah meninggalkan agama, dan kembali menyembah patung secara tidak rasional. Mereka menamai patung itu Ba'al, sehingga tempat tinggalnya dinamai Ba'labak.

Ilyas menyeru masyarakatnya untuk meninggalkan berhala tersebut. Namun mereka mengabaikannya. Secara arogan mereka malah menantang agar Tuhan yang disembah Ilyas menurunkan bencana kekeringan. Benar, kekeringan pun mendera masyarakat setempat. Kelaparan terjadi di mana-mana. Ilyas saat itu tetap mempunyai makanan dan minuman berkecukupan.

Alih-alih menyadari kekeliruan, mereka malah mengejar Ilyas. Nyaris Ilyas tertangkap, namun ia selamat setelah bersembunyi di rumah seorang pemuda, Ilyasa, yang kelak juga akan menjadi rasul. Baru beberapa tahun kemudian, Ilyas berhasil menyakinkan warganya. Jika menghendaki kemakmuran, masyarakat agar meninggalkan berhala tersebut dan hanya menuhankan Sang Pencipta. Masyarakat pun mengikuti seruan tersebut. Kemakmuran pun mendatangi masyarakat setempat.

Kisah ini mengajarkan bahwa kesuksesan dan kemakmuran dunia-akhirat akan terwujud bila masyarakat benar-benar menuhankan Allah Sang Pencipta, serra meninggalkan 'berhala' apapun. Padahal manusia sekarang cenderung menjadikan berbagai hal seperti karir, kekayaan materi, hingga popularitas sebagai berhala.

Mukjizat:



ILYASA AS.
Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun serta Ilyas. Nama Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania.

Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi sahabat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas tersebut begitu Ilyas meninggal.

Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.

Mukjizat: Disebutkan dalam kitab taurat, diantara mukjizatnya adalah dapat menghidupkan orang yang telah mati.

DAUD AS.
Daud lahir di Betlehem-Palestina saat kaumnya, Yahudi, mengalami krisis kepemimpinan. Ia keturunan Yahudza, salah seorang anak Nabi Yakub. Saat itu kekuasaan berada di tangan Jalut (Goliath) - pemimpin bangsa Palestina yang digambarkan memiliki sosok tubuh tinggi besar. Pada masa tersebut, bangsa Palestina tidak menuhankan Allah seperti yang diajarkan Musa dan para rasul terdahulu.

Kegelisahan kaum Yahudi memuncak karena "tabut" milik mereka hilang. Tabut adalah kotak berisi kitab Taurat yang menjadi simbol kepemimpinan Yahudi. Pemuka masyarakat setempat, Samuel, meyakinkan kaumnya bahwa "tabut" itu akan kembali dan agar mereka mengangkat Thalut menjadi raja. Thalut seorang Yahudi biasa dan sangat sederhana. Kaum Yahudi sempat menolak usulan Samuel, namun akhirnya mereka menyepakatinya.

Bagi bangsa Palestina, pengangkatan Thalut sebagai raja bagai sebuah pemberontakan. Perang pun terjadi. Jalut memimpin sendiri pasukannya. Di pihak Yahudi, Daud yang masih remaja ikut bertempur bersama dua kakaknya. Dengan mengandalkan kecerdikan, Daud bahkan mampu membunuh Jalut. Ia diyakini menggunakan semacam ketapel sebagai senjata.

Daud lalu diangkat menjadi Panglima Perang Israel, dan dinikahkan dengan putri Thalut. Popularitasnya di kalangan rakyat pun melesat yang memunculkan rasa iri pada Thalut serta anakanak lelakinya. Beberapa kali upaya pembunuhan dilakukan, namun gagal. Pada saat yang sama, bangsa Palestina juga terus berupaya untuk kembali merebut kekuasaan. Thalut disebutkan tewas bunuh diri di pertempuran itu. Daud tampil menjadi raja. Melalui perang, ia mengalahkan saudara iparnya yang juga mengincar posisi itu.

Sebagaimana Yusuf, Daud adalah rasul yang juga menjadi penguasa. Di masanya, kerajaan tumbuh kuat dan masyarakat menjadi makmur. Daud juga dikenal sebagai pemimpin yang adil. Ia mengembangkan sistem hukum sebagai pijakan bermasyarakat. Dalam pemerintahannya, ilmu metalurgi -ilmu tentang logam-juga berkembang pesat.

Sejak itu, masyarakat Yahudi menjadikan Daud sebagai idola mereka hingga sekarang. Daud menjadi simbol bahwa kecerdikan (Yahudi) akan mengalahkan kekuatan apapun. Lambang kerajaan Daud, bintang bersudut enam, kini dijadikan lambang dan bendera Israel.

Beberapa kisah juga dikaitkan dengan Daud. Di antaranya adalah bencana yang menimpa masyarakat nelayan Ailah. Konon Daud telah memperingatkan mereka untuk tidak menangkap ikan di hari Sabtu. Hari itu adalah hari ibadah. Namun mereka melanggar hingga terjadi bencana reruntuhan yang menewaskan seluruh penduduk.

Pertempuran pasukan Thalut dan Jalut yang menjadikan Daud pahlawan itu tampaknya merupakan perang pertama bangsa Yahudi dan Palestina yang terkisahkan. Pertikaian yang terus berlarut hingga sekarang. Hanya posisinya yang bertolak belakang. Dulu kalangan Yahudi yang umumnya memegang ajaran untuk mengesakan Allah, sekangan bangsa Palestina.

Mukjizat: Mempunyai suara merdu, mampu berbicara dengan burung, berhasil mengalahkan Jalut (seorang prajurit raksasa dari Negara Filistin), dan mendapatkan kitab Dzabur.

SULAIMAN AS.
Sulaiman adalah salah seorang putra Daud. Di antara para saudaranya, ia nampak paling menonjol. Dalam usia muda, ia telah memberi saran terhadap ayahnya menyangkut persoalan masyarakat. Maka dialah yang ditunjuk menjadi raja untuk menggantikan sang ayah.

Banyak kisah tentang Sulaiman yang selama berabad-abad terus menjadi misteri ilmu pengetahuan. Di antaranya adalah kemampuannya untuk berbicara dengan hewan. Disebutkan bahwa suatu saat ia mendengar percakapan semut. Yakni ketika pemimpin semut memberi tahu semut-semut lainnya untuk menghindar agar tidak terinjak-injak Sulaiman dan pasukannya yang akan lewat.

Kekuasaan Sulaiman bahkan disebut mencakup masyarakat jin. Tentu saja ia berkomunikasi dengan baik dengan mereka. Ada satu masa, Sulaiman harus tergusur untuk meninggalkan istana. Kewibawaannya runtuh. Saat itu, satu jin menyamar menjadi dirinya dan duduk di singgasana. Sulaiman berhasil mengatasi masa sulit itu setelah berdoa. Ia juga disebut mengajak istrinya yang sempat menyembah berhala untuk kembali bertobat.

Kisah paling populer mengenai hubungan Sulaiman dengan binatang adalah menyangkut burung Hudhud. Konon, suatu hari Sulaiman mengumpulkan pasukannya baik manusia, jin maupun binatang. Hudhud terlambat datang. Ketika Sulaiman menegurnya, burung itu beralasan bahwa dirinya baru ke negeri Saba, yang kini berada di sekitar wilayah Yaman. Hudhud juga mengabarkan bahwa Saba adalah negeri makmur yang diperintah seorang ratu cantik, Bilqis.

Sulaiman menugaskan burung itu untuk membawa surat kepada Bilqis. Isinya seruan untuk takluk dan mengikuti jalan ketuhanan yang ditempuh Sulaiman. Semula Bilqis menolak. Ia pun mengirim utusan yang membawa hadiah bagi Sulaiman. Namun Sulaiman meminta utusan itu membawa kembali hadiahnya. Penasaran dengan cerita kejayaan kerajaan Sulaiman, Bilqis pun bermaksud mengunjungi kerajaan Bani Israel itu.

Mengetahui rencana kunjungan itu, Sulaiman bermaksud membuat kejutan. Ia membuka sayembara untuk memindahkan singgasana -atau kursi kebesaran-Ratu Bilqis ke istananya. Jin yang disebut bernama Ifrit menawarkan diri melakukan tugas itu. Jin itu dikalahkan manusia. Seorang alim mampu memindahkan singgasana tersebut dalam sekejap mata.

Selama berabad-abad kisah ini dianggap hanya sebagai mukjizat yang tidak dapat dijelaskan secara ilmu pengetahuan. Sekarang Teori Relativitas Einstein dapat menjelaskan kejadian tersebut: suatu benda atau materi dapat berpindah pada kecepatan cahaya (sekitar 300.000 km/detik yang dapat diartikan sebagai "sekejap mata") dalam wujud enerji. Jarak ribuan kilometer dan hambatan tembok, misalnya, bisa tak berarti apa-apa bagi enerji itu. Teori ini pula yang menjelaskan fenomena Isra Mi'raj Muhammad yang diperdebatkan bangsa Arab masa itu.

Maka, Bilqis tiba di Istana Sulaiman dengan terkejut. Kemegahan istana tersebut tercermin pada kilau lantainya yang membuat Bilqis terperangah. Ia mengangkat kain panjangnya, menyangka kilau itu adal;ah air. Di kemudian waktu, Bilqis pun menikah dengan Sulaiman. Ia mengikuti ajaran suaminya serta menyatukan kerajaannya dengan kerajaan Sulaiman.


Sulaiman disebutkan menjalani masa tuanya untuk agama. Quran menyebutkan, Sulaiman meninggal dalam keadaan berdiri bertelekan tongkat. Tak ada satupun jin dan manusia yang mengetahui kematian itu sampai rayap menggerogoti tongkat itu dan Sulaiman tersungkur. Salah satu peninggalan Sulaiman adalah Masjid Al-Aqsha yang menjadi pusat Jerusalem atau Darussalam yang diperebutkan Palestina dan Israel.

Mukjizat: Menguasai bahasa hewan, jin, dan angin.

ZAKARIA AS.
Zakaria adalah keturunan Sulaiman. Ia dan istrinya, Isya, membaktikan diri untuk menjaga Baitul Maqdis -rumah ibadah peninggalan Sulaiman di Yerusalem. Ia terus menyeru kaum kerabatnya, orangorang Yahudi, yang telah meninggalkan ajaran para nabi terdahulu untuk kembali ke ajaran yang benar. Namun ajakannya tak banyak diikuti kaumnya sampai Zakaria berusia lanjut.

Hingga saat itu, Zakaria belum punya anak yang sangat ia dambakan. Ia kemudian mengangkat Maryam, anak seorang salih bernama Imran. Imran adalah kakak Isya, dengan demikian Maryam juga keponakan istri Zakaria. Imran dibunuh oleh orang Yahudi lainnya. Maryam yang masih bocah pun diperebutkan banyak keluarga untuk dipungut sebagai anak. Zakaria berhasil mendapatkan Maryam setelah memenangkan undian.

Oleh Zakaria, Maryam dibangunkan kamar di Baitul Maqdis. Di sanalah Maryam tinggal dan bermunajat kepada Allah. Kegiatan sehari-hari Maryam adalah membersihkan rumah Allah tersebut. Suatu hari, Zakaria terkejut mendapati buah-buahan di luar musimnya berada di kamar Maryam. Maryam menyatakan pada Zakaria bahwa buah-buahan itu berasal dari Allah.

Zakaria terus berdoa agar dikaruniai keturunan. Allah mengabulkan doa tersebut, dan mengabarkan akan memberi Zakaria seorang anak. Zakaria sempat terkejut. Bagaimana mungkin ia dan istrinya yang sudah sangat tua dapat dikaruniai anak. Ketika itu diperkirakan Zakaria telah berusia lebih dari 100 tahun. Akhirnya keluarga Zakaria memang dikarunia keturunan yang akan melanjutkan tugas dakwahnya, yakni Yahya.

Mukjizat:

YAHYA AS.
Yahya adalah putra Zakaria. Ia melanjutkan tugasnya ayahnya menjadi pemimpin keagamaan di lingkungan masyarakat Yahudi di Tanah Palestina itu. Saat itu, seluruh wilayah Palestina berada di tangan kekuasaan Romawi. Penguasa Palestina adalah Herodes.

Perselisihan antar Yahya dan Herodes akhirnya tak terhindarkan. Puncaknya adalah ketika Herodes hendak mengawini seorang kemenakannya, Herodia. Saat itu Yahya tegas menyampaikan prinsip bahwa perkawinan antara seorang paman dengan gadis kemenakannya sendiri adalah terlarang menurut agama. Yahya menyeru agar perkawinan tersebut dibatalkan.

Seruan Yahya mengundang kemarahan Herodes. Ia lalu menugaskan pasukannya untuk membunuh Yahya. Yahya tewas secara mulia. Dikisahkan pula bahwa Herodes dan Herodia kemudian meninggal karena tertimpa bencana longsor. Kebenaran memang harus ditegakkan dengan resiko apapun. Yahya telah memberi teladan untuk itu.

Mukjizat:

ISA AS.
Isa adalah keturunan Daud dan Sulaiman. Dialah rasul dari kalangan Bani Israel yang pengaruhnya menyebar hingga di luar kalangan Yahudi. Tahun kelahirannya hingga kini dijadikan dasar perhitungan kalender Masehi. Adapun tanggal kelahirannya tidak pernah dinyatakan secara jelas. Yang pasti bukan tanggal 25 Desember yang sekarang diperingati sebagai Hari Natal, karena penentuan tanggal itu lebih dikaitkan dengan mitologi serta perhitungan astronomi menyangkut perubahan posisi bumi terhadap matahari.

Kisah Isa diawali dari peristiwa kedatangan malaikat menemui Maryam yang tinggal di kamarnya di Baitul Maqdis. Maryam menyangka malaikat itu adalah laki-laki yang hendak menggodanya. Tapi sang malaikat menyatakan dirinya hanya diutus Allah untuk menyampaikan kabar bahwa Maryam akan punya putra. Sebuah kabar yang sempat tak dipercayai Maryam karena dirinya seorang perempuan baik-baik dan tak pernah berhubungan dengan laki-laki.

Atas kehendak Allah, Maryam pun hamil. Baru menjelang abad 21, ilmu pengetahuan dapat menjelaskan bahwa secara teoritis manusia dapat mempunyai anak tanpa harus ada pertemuan antara sperma dengan sel telur, yakni dengan teknik kloning. Sekarang pun ilmu pengetahuan belum mampu menyingkap sepenuhnya fenomena kehamilan Maryam tersebut. Pada masa itu, kehamilan Maryam merupakan kontroversi besar.

Dengan menanggung beban hujatan masyarakatnya, Maryam meninggalkan Baitul Maqdis. Kalangan Nasrani meyakini Maryam melahirkan Isa di tempat pengasingannya di Baitullahim (Betlehem). Quran hanya menjelaskan saat Maryam berlindung di bawah pohon korma. Allah memerintahkan Maryam untuk menjejakkan kaki untuk memperoleh air minum, serta menggoyang pohon itu untuk mendapatkan makanan.

Kelahiran Isa mengundang tudingan keras pada Maryam. Mereka menganggap Maryam telah mencemarkan nama baik keluarganya karena mempunyai anak tanpa suami. Sekali lagi mukjizat terjadi. Isa yang masih bayi tiba-tiba berbicara menjelaskan mukjizat Allah tersebut. Isa juga memperlihatkan sejumlah mukjizat lagi ketika dewasa. Diantaranya adalah ketika ia membentuk seekor burung dari tanah liat dan burung itu tiba-tiba hidup. Ia -atas izin Allah-menghidupkan orang mati, menyembuhkan kebutaan seseorang yang dideritanya sejak lahir, serta mendatangkan makanan yang semula tak ada.

Dengan berbagai mukjizat itu, Isa segera memperoleh pengikut yang banyak. Hal demikian mencemaskan kaum elit di wilayah Palestina tersebut, baik terhadap Romawi yang berkuasa maupun kalangan pendeta Yahudi. Militer saat itu segera memburu Isa dengan bantuan Yudas, seorang pengikut Isa yang berkhianat. Rumah persembunyian Isa diketahui. Isa pun digrebek. Di sinilah perbedaan pendapat kalangan Nasrani dan Islam mulai terjadi.

Kalangan Nasrani meyakini Isa tertangkap dan dihukum salib. Penyaliban itu dianggap sebagai simbol pengorbanan Isa demi menebus dosa umat manusia. Sedangkan Quran menjelaskan bahwa yang ditangkap dan kemudian disalib bukanlah Isa melainkan orang yang wajahnya serupa Isa. Banyak
kalangan menunjuk ucapan orang yang hendak dihukum salib "Eli, Eli lama sabakhtani (Tuhan..... ) sebagai bukti bahwa yang disalib tersebut bukanlah Isa. Mereka bahkan meyakini yang tersalib adalah Yudas.

Tentang keberadaan Isa kemudian, para ahli tafsir meyakini bahwa Isa "diangkat Allah" ke akhirat. Sedangkan Jamaah Ahmadiyah berpendapat bahwa Isa lolos dari kepungan tersebut, lalu menyamar sebagai orang biasa, dan wafat secara wajar.

Mukjizat: Dapat menyembuhkan orang buta dan kusta, dapat menghidupkan orang yang telah mati dan membuat burung dari tanah liat, mendapatkan kitab injil.

MUHAMMAD SAW
Muhammad SAW adalah putra dari Abdullah bin Abdul Mutallib,  lahir dalam keadaan yatim di tengah-tengah masyarakat Arab Jahiliyah. Beliau adalah nabi terakhir yang diberi wahyu Al-Qur’an yang merupakan kitab suci terakhir pula. Muhammad SAW Dilahirkan pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah.

Bapaknya yaitu Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Ibu susunya baginda ialah wanita dari Banu Sa'ad yang bernama Halimah bin Abi-Dhuaib.

Ibunda Muhammad SAW meninggal di Abwa. Dipelihara oleh datuknya Abdul Mutallib yang meninggal dunia sewaktu baginda berumur 8 tahun. Diasuh oleh Abu Talib. Berkunjung ke Syam untuk berdagang sewaktu Muhammad berusia 12 tahun, mereka bertemu dengan seorang rahib Kristian yang telah dapat melihat tanda-tanda kenabian pada baginda. Muhammad adalah salah satu nabi yang di berikan gelar Al-Amin.

Selepas baginda mula meningkat dewasa, baginda disuruh oleh bapa saudaranya untuk membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid. Berkawin dengan Khadijah binti Khuwailid yang berumur 40 tahun sewaktu baginda berumur 25 tahun. Pada usia 40 tahun, Muhammad telah menerima wahyu yang pertama dan diangkat sebagai nabi sekelian alam di gua Hira’. Khadijah (isterinya) adalah wanita pertama yang mempercayai kenabian baginda.

Ali bin Abi Talib adalah lelaki pertama yang beriman dengan ajaran baginda. Berdakwah selama 3 tahun secara sembunyi sebelum turun wahyu memerintahkan baginda untuk berdakwah secara terang-terangan. Penduduk Quraisy menentang keras ajaran yang dibawa oleh baginda. Baginda menghadapi pelbagai tekanan, dugaan, penderitaan, cemuhan dan ejekan daripada penduduk-penduduk Makkah yang jahil dan keras hati untuk beriman dengan Allah.

Khadijah serta Abu Talib wafat pada tahun sepuluh kenabiaannya. Setelah sampai perintah Allah, Rasulullah mengambil keputusan untuk berhijrah ke Madinah berikutan ancaman daripada kafir Quraisy untuk membunuh baginda. Rasulullah disambut dengan meriahnya oleh para penduduk Madinah. Seruan baginda diterima baik oleh kebanyakan para penduduk Madinah dan sebuah negara Islam didirikan di bawah pimpinan Rasulullas s.a.w sendiri.

Baginda telah wafat pada bulan Jun tahun 632 M/12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah. Baginda wafat setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai rasul dan pemimpin negara. Baginda berjaya membawa manusia ke jalan yang benar dan menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab, berilmu dan berkebolehan. Rasulullah adalah contoh terbaik bagi semua manusia sepanjang zaman.

Mukjizat: Dapat membelah bulan menjadi dua, bertasbihnya kerikil di tangannya, batang kurma yang menangis, pemberitaan Muhammad SAW tentang peristiwa-peristiwa masa depan ataupun masa lampau, dan mukjizat terbesarnya adalah Al-Qur’an.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Be a good commentator . .